Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Produksi Gula Nasional di Tahun 2024 Capai 2,46 Juta Ton

Mus Purmadani • Sabtu, 8 Februari 2025 | 00:40 WIB
PANEN: Tebu menjadi bahan baku utama industri gula nasional. Untuk itu, berbagai langkah strategis dilakukan agar mendapatkan kualitas tebu yang baik.
PANEN: Tebu menjadi bahan baku utama industri gula nasional. Untuk itu, berbagai langkah strategis dilakukan agar mendapatkan kualitas tebu yang baik.

RADAR SURABAYA BISNIS - Produksi gula nasional hingga akhir giling tebu 2024 mencapai 2,46 juta ton.

Jumlah ini meningkat sebesar 190 ribu ton atau sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebanyak 2,27 juta ton.

PTPN Group berkontribusi signifikan dengan peningkatan produksi sebesar 13 persen, dari 752 ribu ton pada 2023 menjadi 851 ribu ton pada tahun ini.

Kenaikan sebesar 100 ribu ton tersebut berkontribusi sebesar 50 persen terhadap pencapaian kenaikan gula nasional.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menyampaikan, capaian positif ini merupakan hasil kerja keras dan langkah-langkah strategis yang telah dijalankan perusahaan.

“Tentunya ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mewujudkan swasembada gula nasional,” ujarnya, Jumat (7/2/2025).

PTPN berkontribusi besar dalam peningkatan produksi gula nasional melalui berbagai inisiatif.

Termasuk revitalisasi pabrik gula, perbaikan budidaya, efisiensi produksi, penyediaan sarana dan prasarana produksi, bantuan modal, dan digitalisasi.

Restrukturisasi, inovasi, ekspansi lahan, dan operational excellence menjadi faktor utama dalam pencapaian ini.

Dari sisi produktivitas, PTPN Group mencatat hasil yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

Ghani mengatakan bahwa keberhasilan PTPN diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan mendukung swasembada gula nasional.

Menurut Ghani, dukungan pemerintah dalam merevitalisasi industri gula turut membantu pencapaian ini.

Dengan berbagai upaya dan dukungan berbagai pihak, dia optimistis dapat mengembalikan kejayaan industri gula Indonesia dan mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2027.

Direktur Utama Sinergi gula Nusantara (SGN) Mahmudi mengatakan pihaknya melakukan upaya percepatan pencapaian swasembada gula konsumsi di tahun 2027.

Dengan menyiapkan langkah-langkah strategis diantaranya penguatan petani tebu rakyat dan penambahan lahan tebu.

Dia menjelaskan untuk penguatan tebu rakyat pihaknya telah menyiapkan 2.150 satgas pendamping penguatan tebu rakyat, program perbaikan ratoon tebu rakyat dengan tujuan peningkatan produktivitas tanaman tebu petani serta penyediaan benih unggul untuk mendukung program program ratoon.

Lalu, penataan organisasi petani untuk memudahkan kemudahan koordinasi, akses pendanaan dan penguatan kemitraan dengan pabrik gula.

Peningkatan rendemen melalui penataan varietas dengan varietas unggul yakni benih masak awal, tengah dan akhir proporsional masing-masing sebesar 30 persen, 40 persen, 30 persen.

Serta digitalisasi Ekosistem Tebu Rakyat dengan meluncurkan aplikasi Etera berbasis android sebagai solusi untuk meningkatkan jumlah petani, produktivitas tebu, efektivitas dan efisiensi bagi para stakeholder dalam proses operasional.

”Kami juga menggandeng kementerian terkait untuk membuka akses pendanaan bagi petani tebu yang sebelumnya terkendala plafon, kini dapat mengakses KUR Khusus kluster petani tebu yang tidak lagi dibatasi plafon, dan hal ini sangat membantu sekali bagi pemenuhan kebutuhan modal kerja petani tebu,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ratoon #produksi gula 2024 #Mohammad Abdul Ghani #PTPN Group #pabrik gula #Sinergi Gula Nusantara