Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gas Melon 3 Kg Mulai Sulit Didapatkan di Surabaya, Warga Resah

Rahmat Sudrajat • Jumat, 7 Februari 2025 | 04:48 WIB
KOSONG: Salah satu kios pedagang eceran di Surabaya menuliskan Gas Melon Kosong. Kelangkaan gas LPG 3 kg ini mulai dirasakan warga sejak dua hari yang lalu.
KOSONG: Salah satu kios pedagang eceran di Surabaya menuliskan Gas Melon Kosong. Kelangkaan gas LPG 3 kg ini mulai dirasakan warga sejak dua hari yang lalu.

RADAR SURABAYA BISNIS - Warga Surabaya kembali dibuat resah dengan kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg).

Sejumlah pedagang eceran di berbagai wilayah, seperti Jalan Mleto dan Gubeng, mulai kehabisan stok.

Kondisi ini memaksa warga harus mencari dan rela membeli dengan harga lebih tinggi dari harga normal.

Di Jalan Mleto, pedagang Sholeh terpaksa memasang pengumuman "Gas Melon Kosong" di lapaknya.

Dia mengaku kehabisan stok sejak Rabu (5/2/2025) dan telah berusaha kulakan di pangkalan, namun tetap nihil.

"Sudah jauh-jauh, tapi pangkalan juga kosong," ujarnya, Kamis (6/2/2025).

Kondisi serupa terjadi di Gubeng. Pedagang Suniah mengaku sudah dua hari tidak bisa kulakan karena stok di agen habis.

Bahkan, di SPBU kawasan Ambengan yang juga menjual LPG 3 kg, stok kosong sejak kemarin.

"Mulai kemarin kosong, kapan datangnya nggak tahu," ujar salah satu petugas SPBU.

Kelangkaan ini berdampak langsung pada pedagang makanan. Ilul, pedagang nasi goreng di Jalan Manyar, mengaku harus mencari gas hingga ke Klampis dan terpaksa membeli dengan harga Rp 21 ribu per tabung.

"Banyak yang kosong, harganya naik," ujar Ilul.

Menanggapi situasi ini, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, Muhammad Said Sutomo, mendesak pemerintah mengevaluasi kebijakan distribusi gas LPG 3 kg.

Dia menilai kebijakan yang terburu-buru dan kurang terencana menjadi penyebab utama kelangkaan berulang ini.

"Pemerintah harus mengkaji kebijakan dengan matang, jangan serampangan dan merasa punya kekuasaan tanpa mempertimbangkan dampaknya," tegas Said

Said juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan berharap pemerintah segera memperbaiki tata kelola distribusi subsidi gas LPG agar tidak meresahkan masyarakat.

"Dengan situasi seperti sebaiknya masyarakat tidak panic buying dan tenang. Amati dulu, cari informasi secara detail," pungkasnya. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#langka #warga resah #LPG 3 kg #surabaya #gas melon bersubsidi