Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Awasi Distribusi, Bahlil Lahadalia Siapkan Badan Khusus Penyalur LPG 3 Kg

Nofilawati Anisa • Rabu, 5 Februari 2025 | 23:09 WIB

 

JUALAN: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin UMKM dapat memperoleh gas bersusbidi LPG 3 kg untuk kelancaran usahanya.
JUALAN: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin UMKM dapat memperoleh gas bersusbidi LPG 3 kg untuk kelancaran usahanya.

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap akan membentuk badan khusus untuk mengawasi distribusi dan penyaluran LPG 3 kg, seperti yang telah dilakukan terhadap subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Kami jujur dari Kementerian ESDM yang diberikan tugas kepada Pertamina Patra Niaga, ini sekarang lagi berkoordinasi. Saya akan membentuk badan khusus untuk melakukan penataan, supaya rakyat benar-benar dapat harganya yang pas, terjangkau, sesuai dengan pemerintah," kata Bahlil dalam kunjungannya di salah satu pangkalan LPG di Pekanbaru, Riau, Rabu (5/2/2025).

Selain akan membentuk badan khusus, Bahlil menambahkan, telah memastikan golongan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap dapat membeli tabung LPG 3 kg dengan harga terjangkau.

Kendati begitu, perlakuan UMKM untuk mendapatkan LPG 3 kg akan berbeda dengan rumah tangga biasa, mengingat punya peran dan skala yang berbeda dari sisi perekonomian.

"Untuk saudara-saudara saya UMKM, tetap kita harus kasih. Jadi nanti kita akan buat juga aturan mainnya. Memang mereka diberikan berbeda dengan konsumsi rumah tangga biasa. Karena pasti mereka mau jual bakso, mau jual mie goreng, mau jual pisang goreng, atau goreng-gorengan. Ini kita harus melakukan berbeda. Dan saya mendukung UMKM harus diberikan berbeda dengan masyarakat biasa," beber mantan menteri investasi itu.

Sebagai tindak lanjut keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait kembalinya penjualan tabung LPG 3 kg di pengecer, Bahlil menemukan harga di salah satu pangkalan gas bersubsidi di Pekanbaru sudah sesuai ketentuan pemerintah.

"Alhamdulillah, hari ini saya di Riau di pangkalan ini bagus sekali. Harganya Rp 18.000. Rp 18.000 itu rakyat beli langsung. Ini yang pemerintah mau seperti ini. Jadi harga masyarakat itu harus dapat dengan harga di bawah Rp 20.000," ungkapnya.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan mengenai pengecer tidak dibatalkan, melainkan ditata ulang dengan menaikkan status pengecer menjadi subpangkalan.

Langkah ini bertujuan agar transaksi dapat dikontrol melalui sistem digital yang telah disiapkan oleh PT Pertamina (Persero).

"Dengan pengecer naik menjadi sub pangkalan, itu sudah akan dimasukkan aplikasinya. Supaya kita tahu dia jual ke siapa, harganya berapa, supaya tidak ada markup dan juga dijual ke oplosan. Itu maksudnya," jelasnya.

Bahlil menyebut pemerintah berkomitmen untuk memastikan distribusi LPG 3 kg tetap berjalan dengan baik dan harga jualnya tetap terkendali. "Harganya tetap sesuai dong," pungkasnya. (tan/opi)

AKSI MENTERI ESDM BAHLIL LAHADALIA

*Siap membentuk badan khusus
*Tugas badan khusus adalah
1. mengawai distribusi LPG 3 kg
2. mengawasi penyaluran LPG 3 kg

*Tujuan dibentuk badan khusus:
1. Menata LPG 3 kg
2. Menjamin konsumen dapat harga yang pas
3. Memastikan konsumen dapat harga terjangkau
4. Menjamin harga yang didapat sesuai patokan pemerintah

*Khusus untuk UMKM:
1. Menjamin pelaku UMKM dapat harga terjangkau
2. Akan dapat aturan berbeda (sedang digodok)

*Kebijakan soal pengecer LPG 3 kg ditata ulang
*Status pengecer akan jadi sub pangkalan LPG 3 kg

*Tujuan pengecer jadi sub pangkalan LPG 3:
1. Bisa dimasukkan ke aplikasi sehingga transaksi bisa dikontrol secara digital
2. Biar jelas dijual ke siapa, harga berapa
3. Menghindari markup harga
4. Menghindari dijual ke oplosan

Sumber: Diolah

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#LPG 3 kg #menteri esdm #bahlil lahadalia #Badan khusus