Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Investasi Manufaktur Tahun 2024 Tembus Rp 721 Triliun

Nofilawati Anisa • Minggu, 2 Februari 2025 | 17:10 WIB
TETAP KUAT: Kinerja industri manufaktur yang ekspansif didorong oleh beberapa sektor.
TETAP KUAT: Kinerja industri manufaktur yang ekspansif didorong oleh beberapa sektor.

RADAR SURABAYA BISNIS - Realisasi investasi industri manufaktur sepanjang tahun 2024 sebesar Rp 721,3 triliun.

Capaian tersebut memberikan kontribusi hingga 42,1 persen terhadap total realisasi investasi di Indonesia yang mencapai Rp 1.714,2 triliun pada 2024.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, capaian investasi manufaktur tersebut, terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 194,3 triliun.

Sedangkan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 527 triliun.

“Investasi manufaktur pada tahun 2024 naik signifikan dibanding realisasi tahun 2023 yang menembus Rp 596,3 triliun,” kata Agus dalam keterangan resminya, Minggu (2/1/2025).

Agus menjelaskan, di tengah gejolak ekonomi dan politik global yang masih belum stabil, Indonesia berhasil mencatatkan capaian positif di bidang investasi.

Termasuk capaian positif di sektor industri manufaktur.

“Hal ini menandakan bahwa kepercayaan para investor masih tinggi terhadap iklim usaha di Indonesia, dan menilai Indonesia masih menjadi negara tujuan utama investasi yang baik untuk basis produksi dan hub ekspor,” ungkapnya.

Merujuk data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi total investasi pada tahun 2024 naik 20,8 persen secara tahunan (y-o-y).

Capaian tersebut juga melampaui target presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp 1.650 triliun (103,9 persen).

Capaian itu juga melampaui target renstra sebesar Rp 1.239,3 triliun (138,3 persen).

Dari total investasi tahun 2024, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.456.130 orang atau naik 34,7 persen secara tahunan (y-o-y).

Menperin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku industri manufaktur yang telah merealisasikan investasinya di Indonesia.

Sebab, komitmen mereka membawa dampak yang luas (multiplier effect) bagi perekonomian nasional, termasuk pada peningkatan serapan tenaga kerja lokal.

“Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong job creation melalui investasi,” ujarnya.

Tekad pemerintah tersebut, juga direalisasikan oleh menperin dengan mendorong Apple untuk dapat membangun pabrik di Indonesia.

“Selain job creation, investasi akan dapat menciptakan nilai tambah signifikan dan kontribusi besar terhadap pendapatan negara,” imbuhnya.

Menperin menyatakan, para investor dari sektor industri manufaktur tidak perlu ragu lagi untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Pasalnya, pemerintah memiliki tekad kuat dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang pro-industri serta memberikan kepastian hukum yang jelas agar aktivitas produksi bisa berjalan lancar.

“Dengan melihat investasi PMA yang cukup tinggi dari sektor industri, turut mencerminkan bahwa adanya kepercayaan yang tinggi dari para investor skala global terhadap pemerintah,” pungkasnya. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#industri manufaktur #Menteri Perindustrian (Menperin) #Agus Gumiwang Kartarsasmita #investasi #tahun 2024 #realisasi