RADAR SURABAYA BISNIS - Jawa Timur merupakan provinsi penghasil produksi perikanan tangkap tertinggi di Indonesia.
Selama tahun 2024, total produksi perikanan tangkap Jawa Timur mencapai 621.437,86 ton.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Muhammad Isa Anshori, Rabu (22/1/2025).
Menurutnya komoditas andalan perikanan tangkap adalah ikan lemuru dan tongkol.
Total capaian tangkap ikan Lemuru sepanjang 2024 adalah sebanyak 78.529,00 ton dan untuk ikan tongkol sebesar 64.721,90 ton.
"Capaian Jatim ini mengungguli provinsi lain seperti Maluku sebesar 599.149,00 ton, Sulawesi Selatan sebesar 442.959,60 ton, dan Jawa Tengah sebesar 410.745,59 ton," katanya.
Isa menambahkan untuk Perikanan Budidaya, Jawa Timur menduduki peringkat ketiga di tingkat nasional.
Selama 2024, produksi perikanan budidaya Jawa Timur mencapai 1.369.571,38 ton.
"Jatim berada di urutan ketiga setelah Sulawesi Selatan dengan produktivitas mencapai 3.269.126,1 ton dan Nusa Tenggara Timur dengan produktivitas sebesar 1.620.000 ton," ungkapnya.
Lebih lanjut Isa mengatakan komoditas unggulan perikanan budidaya Jawa Timur meliputi rumput laut sebanyak 746.359,43 ton.
Kemudian ikan lele sebanyak 159.665,672 ton dan juga ikan bandeng sebanyak 154.912,72 ton.
"Untuk ekspor komoditas perikanan, Jatim juga tertinggi nasional selama 2024. Dengan volume ekspor sebanyak 360.385,20 ton dan nilai ekspor sebesar USD 2,05 miliar," jelasnya.
Isa mengatakab komoditas utama ekspor Jawa Timur yakni udang, rumput laut dan ikan tuna.
Menurutnya selama tahun 2024, ekspor udang Jatim mencapai 68.240 ton.
Kemudian untuk ekspor rumput laut 66.098 ton dan ikan tuna sebanyak 61.425 ton.
"Capaian ini menjadi bukti bahwa sektor perikanan Jawa Timur mampu bersaing di pasar global," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa