Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kadin Jatim Ajak Naik Level, Enterpreneur Penyandang Disabilitas Diajari Videografi

Mus Purmadani • Senin, 20 Januari 2025 | 00:17 WIB
NAIK KELAS: Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto (tiga dari kiri) meninjau Workshop Videografi dan Fotografi bagi enterpreneur penyandang disabilitas di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Sabtu (18/1).
NAIK KELAS: Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto (tiga dari kiri) meninjau Workshop Videografi dan Fotografi bagi enterpreneur penyandang disabilitas di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Sabtu (18/1).

RADAR SURABAYA BISNIS - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim memiliki komitmen terus meningkatkan skill pelaku usaha.

Termasuk bagi enterpreneur penyandang disabilitas yang saat ini sudah mulai berkembang.

Agar usaha mereka kian berkembang, maka Kadin Jatim bersama artO Community menggelar Workshop Videografi dan Fotografi untuk pemasaran produk di media daring atau online di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Sabtu (18/1/2025).

Kegiatan diikuti oleh sekitar 65 orang penyandang disabilitas dari seluruh wilayah Jatim di antaranya dari Malang, Banyuwangi, Pasuruan, dan Bangkalan.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan, penyandang disabilitas atau inklusi ini memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan keahlian dan usaha mereka menjadi lebih maju.

Dan saat ini pemahaman penyandang disabilitas juga sudah semakin berkembang.

Mereka berkeinginan untuk bersama-sama berkontribusi untuk peningkatan ekonomi nasional, khususnya Jawa Timur.

Berbagai produk, mereka hasilkan dalam skala usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Kami berfikir bahwa teman-teman penyandang disabilitas atau inklusi ini memiliki kesempatan dan peluang yang sama dengan kita, tinggal bagaimana kita mengartikulasikan kelebihan dan keterbatasannya. Oleh karena itu, peluang harus kita buka untuk teman-teman inklusi ini, salah satunya melalui pelatihan terkait dengan videografi," kata Adik

Melalui pelatihan ini, Adik berharap bisa membantu penyandang disabilitas yang telah mempunyai usaha untuk bisa memasarkan produk mereka dengan mudah di platform media sosial.

"Target kami mereka bisa memasarkan produknya di media sosial, di tik tok, di IG atau Facebook. Ini adalah gelombang pertama yang nantinya akan ada gelombang-gelombang berikutnya," tuturnya

Pelatihan tidak akan berhenti pada digitalisasi saja tetapi nantinya juga bisa dilanjutkan dengan pendampingan dan kurasi produk.

Kurasi produk penting dilakukan untuk melihat apakah produk yang dihasilkan sudah layak di pasar ekspor, pasar moderen atau masih di level pasar tradisional.

"Kami akan lebih banyak mengedukasi dan saya senang sekali melihat kolaborasi antar pelaku usaha penyandang disabilitas ini sangat kuat. Ada yang mendesain, ada yang membatik, juga ada yang menjahit. Mereka berkolaborasi menghasilkan produk sangat bagus," jelas Adik.

Founder artO Community Dewi Mustika menambahkan, workshop videografi sangat penting karena merupakan awal bagi pengusaha disabilitas untuk naik level.

"Apalagi pesan yang disampaikan lewat video lebih mudah dicerna daripada lewat tulisan. Ide ini kemudian ditangkap oleh Ketum Kadin Jatim bapak Adik Dwi Purwanto sebagai terobosan dan akan menjadi pilot project untuk kawan-kawan disabilitas naik level," kata Dewi. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#enterpreneur #penyandang disabilitas #kadin jatim #videografi