RADAR SURABAYA BISNIS - Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim Muthowif mengaku prihatin atas banyaknya sapi yang mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurutnya para pedagang mengusulkan ditetapkan status darurat agar penanganannya maksimal.
"Kami berharap ada bantuan untuk peternak yang sapinya mati. Kalau diganti pastinya butuh anggaran besar, jadi bantuan saja," ujarnya, Jumat (17/1/2025).
Muthowif mengaku jika pemberian bantuan tidak bisa dilakukan secara langsung. Menurutnya ada mekanisme yang harus diterapkan.
Dia tak menampik jika proses pemberian bantuan tak bisa dilakukan secara langsung.
Ada mekanisme yang perlu diterapkan. "Saat ini, proses peningkatan status darurat PMK memang masih diproses. Hal ini tidak hanya diusulkan pedagang, namun juga legislator. Hal itu muncul seiring naiknya wabah PMK," terangnya
Muthowif menegaskan bahwa status darurat akan mendukung upaya penanganan lebih maksimal. Pembatasan ternak lebih ketat.
Muthowif juga usul nantinya ada pemberlakuan surat keterangan hewan (SKH) untuk setiap sapi yang keluar kandang.
Kadisnak Jatim Indyah Aryani menegaskan jika belum ada pembicaraan soal bantuan peternak yang sapinya mati.
Saat ini, Pemprov Jatim masih fokus pengobatan dan vaksinasi. "Kami masih fokus vaksinasi," katanya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa