RADAR SURABAYA BISNIS – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen sarang burung walet.
Sarang burung walet memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu produk alam yang dihargai di banyak negara.
Sarang burung walet adalah sarang yang terbuat dari air liur burung walet yang mengering dan memadat.
Sarang burung walet ini berbentuk mangkok dan memiliki tekstur kering, lembut, dan kenyal.
Sarang burung walet memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti mencegah penuaan, meningkatkan konsentrasi, membantu penyembuhan luka.
Sarang burug walet juga bisa berfungsi sebagai antioksidan, membantu regenerasi sel, meningkatkan kerja memori, mempercepat pemulihan setelah sakit.
Sarang burung walet juga dikenal mengandung banyak zat gizi, seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, asam amino.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mendorong masyarakat Indonesia untuk melirik budidaya sarang burung walet (SBW) sebagai kekuatan ekonomi keluarga dan memperkuat ekspor nasional.
Pejabat yang akrab disapa Mas Dar, mengungkapkan bahwa potensi produksi sarang walet sangat menjanjikan, mengingat lebih dari 60 persen pasar ekspor dunia dipasok dari Indonesia.
“Tentu ini potensi yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan masyarakat kita, dan saya kira boleh dicoba. Kenapa? Karena dari 100 persen pasokan sarang walet dunia, 60 persen di antaranya berasal dari Indonesia. Nilai ekspornya pun hampir mencapai Rp10 triliun per tahun,” ujar Sudaryono dalam keterangannya yang ditulis, Jumat (10/1/2025).
Sudaryono menambahkan pemerintah akan memfasilitasi seluruh kebutuhan petani walet yang ingin mengembangkan budidaya dan memperkuat ekspor nasional.
Indonesia merupakan pemasok utama sarang burung walet dunia, dengan kontribusi antara 60 hingga 80 persen dari total pasokan global.
Negara tujuan utama ekspor adalah Republik Rakyat Tiongkok yang mengimpor sekitar 500 ton dari total ekspor Indonesia yang mencapai 1.800 ton per tahun. (nis/opi)