Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi soal Industri Manufaktur Tanah Air

Nofilawati Anisa • Jumat, 10 Januari 2025 | 00:41 WIB
PABRIK POPOK: Industri manufaktur akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju.
PABRIK POPOK: Industri manufaktur akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju.

RADAR SURABAYA BISNIS – Sektor manufaktur jadi kunci bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju.

Demikian ditegaskan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Bambang Brodjonegoro.

"Saya mau mulai dengan suatu pengalaman dari banyak negara yang berhasil keluar dari middle income trap dan berhasil menjadi negara maju. Pada intinya negara-negara tersebut mengandalkan pada pertumbuhan dari sektor manufakturnya. Jadi sektor manufaktur memang sektor kunci kalau kita ingin Indonesia bisa naik kelas dari negara berpendapatan menengah atas menjadi negara maju. Pertanyaannya tentu adalah pada jenis manufaktur apa yang menjadi, yang kita harapkan menjadi mendorong dari Indonesia," ujar Bambang Brodjonegoro di Jakarta dilansir dari Antara, Kamis (9/1/2025).

Bambang mengungkapkan, kebetulan Indonesia adalah negara yang luar biasa dari segi hasil tambang, sumber daya alam maupun juga dari hasil pertanian.

"Kita juga punya biodiversity terbesar di dunia. Jadi artinya barangkali sektor manufaktur yang menjadi andalan kita untuk keluar dari middle income trap adalah sektor manufaktur yang berbasis sumber daya alam. Jadi artinya bagaimana kita mengembangkan sektor manufaktur yang bisa menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam kita," kata Bambang.

Memang kalau melihat hilirisasi yang coba didorong pada saat ini barangkali mendorong sektor manufaktur yang berbasis sumber daya alam.

Dan sumber daya alam yang menciptakan nilai tambah adalah sumber daya alam yang relatif tersedia di Indonesia baik itu dari hasil tambang maupun yang berasal dari perkebunan.

"Khusus untuk tambang barangkali pekerjaan rumah terbesar adalah bagaimana kita menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi. Karena kalau kita menjawab isu hilirisasi sampai terbatas kepada smelter maka nilai tambah sudah tercipta. Kemudian industri manufaktur sudah mendapatkan manfaat, tetapi kompleksitas dari industri manufaktur kita yang nantinya menentukan daya saing itu belum terangkat benar. Jadi artinya kita masih butuh hilirisasi yang lebih hilir lagi, yang lebih dalam lagi dengan nilai tambah yang lebih tinggi," jelas Bambang.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto meminta kepada para menteri terkait di Kabinet Merah Putih untuk segera merumuskan, mencari dana dan memulai hilirisasi karena hilirisasi adalah kunci dari kemakmuran.

Presiden menekankan bahwa swasembada energi adalah hal yang mutlak. Ia mengingatkan patut disyukuri bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar.

Menurut Presiden, pemerintah tidak boleh ragu memanfaatkan sumber daya alam itu sebaik-baiknya. (ara/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#industri manufaktur #negara maju #Penasihat Khusus Presiden #kelas menengah #Bambang Brodjonegoro. #Bidang Ekonomi