Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jutaan Ton Pupuk Bersubsidi di Jatim Sudah Tersalurkan

Mus Purmadani • Kamis, 9 Januari 2025 | 05:29 WIB
SIAP DIDISTRIBUSI: Tahun ini pemerintah mengalokasikan 9,55 juta ton pupuk subsidi. Di Jatim sebanyak 1,67 juta ton pupuk subsidi sudah tersalurkan.
SIAP DIDISTRIBUSI: Tahun ini pemerintah mengalokasikan 9,55 juta ton pupuk subsidi. Di Jatim sebanyak 1,67 juta ton pupuk subsidi sudah tersalurkan.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pupuk bersubsidi di Jawa Timur telah teralokasi sebesar 1,94 juta ton.

Rinciannya adalah pupuk Urea, NPK, NPK formula khusus dan pupuk organik.

Hingga 31 Desember 2024, pupuk tersebut telah tersalurkan sebanyak 1,67 juta ton.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono, Rabu (8/1/2025).

Menurutnya pupuk bersubsidi yang telah disalurkan ke masyarakat mencapai 85,69 persen dari total alokasi.

"Kami memastikan Jawa Timur tetap menjadi lumbung pangan nasional dan siap mendukung penuh program swasembada pangan nasional," jelasnya.

Adhy menilai posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional dan dukungan untuk terwujudnya swasembada pangan nasional adalah hal rasional.

Pasalnya berbagai capaian Jatim di sektor pangan menjadi bukti bahwa Jawa Timur memiliki kapasitas untuk mewujudkan hal tersebut.

Faktor-faktor tersebut antara lain luas lahan baku sawah (LBS) Jawa Timur tahun 2024 seluas 1,2 juta hektare meliputi sawah beririgasi 719.598,29 hektare dan sawah non irigasi (sawah tadah hujan, pasang surut dll) seluas 488.379,09 hektare.

Tahun 2024, Kementerian Pertanian melaksanakan program pompanisasi untuk mendukung pertambahan areal tanam (PAT).

"Potensi luas sawah tadah hujan yang menjadi target seluas 170.654,37 hektare dan telah terealisasi 175.279,83 hektare atau setara 102,71 persen," ujarnya.

Adhy juga menjelaskan capaian luas tambah tanam (LTT) padi dan jagung periode Januari - Desember 2024 dimana realisasi tanam komoditas padi seluas 2,35 juta hektare, naik 522.439 hektare dibandingkan periode sama tahun 2023 1,82 juta hektare.

Sementara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa petani tidak boleh dipersulit untuk mengakses sarana dan prasarana (sarpras) seperti pupuk.

Khusus untuk pupuk bersubsidi, Kementan telah mengambil upaya strategis untuk menyederhanakan alur pendistribusiannya.

“Aturan pupuk sudah kami tanda tangani dan 1 Januari 2025 petani sudah bisa langsung gunakan, jadi ke petani langsung. Intinya petani tidak boleh dipersulit,” katanya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #pj gubernur jatim #Pupuk Bersubsidi 2025 #jatah pupuk subsidi #Adhy Karyono