Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Naikkan HPP Gabah Kering Panen dan Jagung, Begini Imbasnya ke Bulog

Mus Purmadani • Kamis, 9 Januari 2025 | 05:16 WIB
WAJIB: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) meminta Bulog membeli padi dan jagung hasil panen petani.
WAJIB: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) meminta Bulog membeli padi dan jagung hasil panen petani.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah resmi menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) dari yang semula Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 6.500 per kilogram.

Sementara HPP jagung ditetapkan menjadi Rp 5.500 per kilogram dari sebelumnya Rp 5.000 per kilogram.

"Harga tersebut mulai berlaku 1 Februari mendatang, saat panen tiba," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Rabu (8/1/2025).

Menteri yang akrab disapa Zulhas ini juga meminta Bulog untuk membeli padi dan jagung hasil petani.

Menurutnya sesuai keputusan Presiden Prabowo Subianto setiap panen gabah dan jagung milik petani dipastikan akan diserap oleh Bulog.

"Berapa pun panen gabah dan jagung akan dibeli sesuai dengan HPP. Kalau bisa semua Bulog bisa membeli gabah dan jagung dari petani yang memang tidak tersentuh oleh pihak swasta," katanya.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Desember 2024, harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani sebesar Rp. 6.589 per kg atau naik sebesar 2,26 persen dibandingkan November 2024.

Rata-rata harga GKP di tingkat penggilingan sebesar Rp. 6.700 per kg atau naik 2,05 persen.

Untuk Gabah Kering Giling (GKG) di Tingkat Petani naik 1,37 persen, dan di Tingkat Penggilingan naik 1,46 persen.

"Rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 12.935 per kg, naik 1,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya, harga beras kualitas medium di penggilingan Rp 12.036 per kg atau naik sebesar 0,83 persen," ujar Kepala BPS Jatim, Zukipli.

Pada Desember 2024, jumlah transaksi gabah yang terpantau melalui Survei Harga Produsen Gabah (SHPG) di Jawa Timur sebanyak 167 transaksi, tersebar di 15 Kabupaten.

Di antaranya transaksi GKP sebanyak 125 observasi (74,85 persen), transaksi GKG sebanyak 18 observasi (10,78 persen) dan transaksi Gabah Luar Kualitas sebanyak 24 observasi (14,37 persen).

"Pada Desember 2024, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani Jawa Timur sebesar Rp 6.589 per kg atau naik sebesar 2,26 persen dibandingkan harga GKP November 2024 sebesar Rp 6.444 per kg," katanya.

Rata-rata harga GKP di tingkat Penggilingan sebesar Rp 6.700 per kg atau naik sebesar 2,05 persen dari Rp 6.566 per kg di bulan lalu.

Untuk Gabah Kering Giling (GKG) di Tingkat Petani naik sebesar 1,37 persen dari Rp 7.297 menjadi Rp 7.397 per kg, dan di Tingkat Penggilingan naik 1,46 persen dari Rp 7.366 menjadi Rp 7.473 per kg.

Kemudian rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp12.935 per kg, naik sebesar 1,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 12.727 per kg.

Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 12.036 per kg atau naik sebesar 0,83 persen dari Rp 11.936 per kg.

"Rata-rata harga beras kualitas rendah mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu dengan kenaikan sebesar 1,04 persen dari Rp 12.239 per kg menjadi Rp 12.367 per kg," pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Menko Pangan #HPP gabah #hpp jagung #bulog #zulkifli hasan