RADAR SURABAYA BISNIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara bertahap. Hingga Juli nanti, anggarannya mencapai Rp 71 triliun.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat ditanya wartawan tentang belum meratanya pelaksanaan program MBG ini.
“Anggarannya baru Rp 71 triliun, jadi tentu belum bisa semua. Badan Gizi Nasional lagi mengumpulkan, kalau Juni atau Juli bisa nambah Rp 140 triliun maka semua orang bisa makan,” katanya usai Rapat Koordinasi Bidang Pangan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (7/1/2025).
Menteri yang akrab disapa Zulhas ini menambahkan mulai Januari 2026 hingga penuh satu tahun, kebutuhan MBG mencapai Rp 420 triliun.
Dia mengaku kalau saat ini Kementerian Koordinator Pangan bersama pihak terkait seperti Kementerian Pertanian, sedang berusaha mati-matian mengoptimalkan produksi pangan tanah air.
“Karena MBG ini kan perlu beras, telur, ikan maka harus diproduksi. Nanti kalau berasnya gak ada, masa iya harus impor lagi. Kita ingin semua berjalan dengan baik, maka berilah kami waktu,” jelasnya.
“Persiapan pelaksanaan MBG ini hampir setahun, sedangkan pelaksanaannya baru dua hari (6 dan 7 Januari 2025). Berilah kesempatan sampai Juni. Baru satu hari dibilang gak berhasil, jangan begitulah,” imbuhnya.
Sementara itu Zulhas juga menyampaikan anggaran ketahanan pangan tahun 2025 mencapai Rp 159 triliun.
Angka itu naik dari pagu sebelumnya yakni Rp 144 triliun.
“Dulu fokus kita kan infrastruktur, ini sekarang fokusnya memang pangan, pangan, pangan. Presiden kita (Prabowo Subianto) luar biasa perhatian dalam sektor ini. Nah, sebab itu saya minta semua menjaga dan membantu agar terwujud mandiri bidang pangan,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa