Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Mentan Andi Amran Sebut Pupuk Palsu Miskinkan Petani, Bikin Rugi Rp 3,23 Triliun

Mus Purmadani • Rabu, 8 Januari 2025 | 00:27 WIB
USAHA: Seorang petani di Prambon Sidoarjo menyebar pupuk di lahan padinya untuk hasil panen yang lebih baik.
USAHA: Seorang petani di Prambon Sidoarjo menyebar pupuk di lahan padinya untuk hasil panen yang lebih baik.

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menindak tegas 27 perusahaan yang mengedarkan pupuk palsu. Akibat pupuk palsu ini kerugian petani mencapai Rp 3,23 triliun.

“Dari 27 perusahaan tersebut, lima perusahaan benar-benar sadis karena isinya pasir dan kapur. Kerugian petani adalah biaya produksi Rp 19 juta per hektare, pupuk Rp 1 juta, tapi merusak Rp 19 juta. Jadi yang membuat miskin petani adalah pupuk palsu ini,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan bersama Kemenko Bidang Pangan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (7/1/2025).

Amran menambahkan akibat kasus tersebut pihaknya juga menonaktifkan 11 pegawai Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurutnya kasus ini sudah dalam tahap penyidikan dan sudah ada tersangka.

“Banyak nanti tersangkanya. Selain itu banyak yang menelepon dan datang menghadap kepada saya untuk meminta maaf. Saya bilang ini perintah Presiden,” tegasnya.

Sementara itu terkait produksi padi di Jawa Timur, menurut Amran, potensinya cukup besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Luas Baku Sawah 2024 adalah 1.207.977 hektare.

Kemudian luas panen tahun 2023 adalah 1.698.083 hektare dan luas panen tahun 2024 adalah 1.624.560 hektare, indeks pertanaman tahun 2023 adalah 1,41 dan indeks pertanaman tahun 2024 adalah 1,31.

“Dengan memperbaiki pompanisasi, irigasi dan Bengawan Solo jika bisa naik dua kali panen saja, produksinya bisa dapat tambahan empat juta ton. Ini yang kita kejar dan tumpuannya adalah perbaikan irigasi,” beber Amran.

Amran menambahkan poin penting yang harus disiapkan adalah harga dan kadar air.

Menurutnya pada musim panen mendatang yang diributkan adalah kadar air.

“Kadar air ini mutlak karena panen kita pada musim hujan. Kemudian Februari, Maret, April kita pastikan produksi meningkat tinggi. Nah bagaimana kesiapan kita menyerap padi petani. Karena pasti akan kebalikannnya petani mengeluh harga panennya jatuh. Kalau sudah jatuh biasanya tidak mau tanam lagi,” pungkas Mentan Amran. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#petani rugi #menteri pertanian #andi amran sulaiman #pupuk palsu