Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Peternak Sapi di Jawa Timur Diminta Siaga 1, Ini Kata Wamentan Sudaryono

Nofilawati Anisa • Selasa, 7 Januari 2025 | 16:09 WIB
DIVAKSIN: PMK dikenal sebagai salah satu penyakit yang menyerang hewan berkuku genap, seperti sapi.
DIVAKSIN: PMK dikenal sebagai salah satu penyakit yang menyerang hewan berkuku genap, seperti sapi.

RADAR SURABAYA BISNIS – Penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menyerang hewan ternak terus merebak, termasuk di Jawa Timur.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta peternak sapi di Jawa Timur untuk Siaga 1 meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang bisa mengancam populasi sapi di wilayah terkait.

"Salah satu hal yang perlu kita waspadai adalah bagaimana mengantisipasi wabah PMK. Oleh karena itu, vaksinasi harus dilakukan, baik yang difasilitasi pemerintah maupun secara mandiri," tandas Sudaryono dalam keterangannya dilansir dari Antara, Senin (6/1/2025).

Sudaryono mendorong peternak untuk melakukan vaksinasi secara berkala agar Indonesia dapat terbebas dari penyakit menular ini.

Menurut Wamentan, Jawa Timur memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia, yang menjadi sektor vital bagi ketahanan pangan nasional.

Dengan vaksinasi yang sudah dilakukan di sebagian besar populasi sapi, ia menekankan bahwa vaksinasi tidak cukup dilakukan hanya sekali, melainkan harus dilakukan secara berkala agar efeknya maksimal.

"Alhamdulillah, sapi sudah kita vaksin semua. Namun, vaksinasi harus terus dilakukan secara berkala dan diulang," ujar Wamentan.

Sudaryono juga mengingatkan pentingnya peran serta pemerintah daerah (Pemda) provinsi, kabupaten/kota dalam menjaga kesiapsiagaan terhadap potensi penyebaran PMK.

"Satu sapi yang terinfeksi PMK bisa menular ke mana-mana. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama menjaga seluruh populasi sapi di Jawa Timur," imbuhnya.

Wamentan menyatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan produksi dan populasi sapi dalam lima tahun mendatang, yang diperkirakan akan mencapai lima juta ekor.

Untuk 2025, pemerintah menargetkan tambahan 200 ribu ekor sapi dengan memperkuat peternak besar, kecil, dan koperasi untuk mendukung program ini.

“Kita sudah ada target total dalam lima tahun lima juta. Tahun ini 200 ribu dan regulasinya sudah selesai. Pemerintah menyediakan lahan sudah selesai,” jelasnya.

Dengan upaya vaksinasi yang intensif dan sinergi antara pemerintah dan peternak, Wamentan berharap wabah PMK dapat dicegah dan sektor peternakan Indonesia dapat berkembang dengan baik, meningkatkan ketahanan pangan nasional. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #SUDARYONO #Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) #peternak sapi Jawa Timur #siaga 1