RADAR SURABAYA BISNIS – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur selama tahun 2024 sebanyak 79.001 orang.
Jumlah PMI Jatim di 2024 tersebut didominasi wanita sebanyak 76,88 persen atau 60.740 orang, sedangkan laki-lakinya hanya 18.261 orang atau 23,12 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (P2TK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur Sumali, Minggu (5/1/2025).
Menurutnya, Hong Kong menjadi tujuan favorit para PMI dengan jumlah sebanyak 43.658 orang.
Disusul Taiwan 22.501 orang, Malaysia 4.119 orang, Korea Selatan 2.250 orang dan Jepang 1.983 orang.
“Alasan banyak yang memilih Hong Kong karena selain nilai gaji yang tinggi juga iklim kerjanya yang relatif kondusif,” ujarnya kepada Radar Surabaya Bisnis.
Sumali menambahkan Ponorogo menjadi daerah penyumbang PMI tertinggi asal Jawa Timur, yakni 21.814 orang.
Kemudian Blitar 20.545 orang, Kabupaten Malang19.750 orang, Tulungagung 15.576 orang, dan Banyuwangi 12.981 orang.
“Jumlah PMI yang saya sebutkan ini legal semua dan sesuai prosedur,” katanya.
Lebih lanjut Sumali mengatakan untuk pendataan kedatangan PMI pada counter helpdesk di Bandara Juanda sebanyak 31.963 orang.
Uniknya, meski tak menyebut jumlah, Sumali mengatakan banyak PMI wanita yang pulang bawa anak.
“Itu kami belum bisa memastikan tercatat atau tidak pernikahannya. Kalau nikah di luar negeri ya dicatat di sana, kalau nikah dalam negeri yang dicatat di sini. Rata-rata anak-anak dari PMI tersebut keturunan Bangladesh, katanya mau memperbaiki keturunan,” jelasnya sembari tersenyum.
Untuk PMI bermasalah yang dipulangkan sebanyak 428 orang. Menurutnya rata-rata PMI ini melalui jalur ilegal.
“Sehingga mereka harus dideportasi. Dari jumlah itu yang paling banyak adalah Madura dan daerah Tapal Kuda,” katanya.
Sedangkan untuk jenazah yang dipulangkan sebanyak 170 orang. Masing-masing berasal dari Kabupaten Jember 36 orang, Kabupaten Lumajang 28 orang dan Kabupaten Blitar 21 orang. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa