Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekspor Jawa Timur di Bulan November 2024 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Mus Purmadani • Sabtu, 4 Januari 2025 | 00:30 WIB
SIBUK: Aktivitas perdagangan internasional di salah satu pelabuhan di Jatim.
SIBUK: Aktivitas perdagangan internasional di salah satu pelabuhan di Jatim.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat pada bulan November 2024 , ekspor Jatim senilai USD 2,23 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7,55 persen dibandingkan Oktober 2024.

Nilai ekspor tersebut jika dibandingkan dengan November 2023, justru meningkat sebesar 5,79 persen.

"Ekspor nonmigas Jawa Timur pada bulan November 2024 mencapai USD 2,15 miliar atau turun sebesar 7,54 persen dibandingkan Oktober 2024. Nilai tersebut jika dibandingkan dengan November 2023 justru mengalami peningkatan yaitu sebesar 6,88 persen," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Jumat (3/12).

Sedangkan ekspor migas Jawa Timur pada bulan November 2024 mencapai USD 77,38 juta atau turun sebesar 7,82 persen dibandingkan Oktober 2024.

Akan tetapi nilai tersebut justru lebih rendah sebesar 17,54 persen dibandingkan November 2023.

"Nilai ekspor Jawa Timur bulan November 2024 mengalami penurunan sebesar 7,55 persen dibandingkan bulan Oktober 2024, yaitu dari USD 2,41 miliar menjadi USD 2,23 miliar. Sementara dibandingkan November 2023, nilai ekspor justru mengalami peningkatan yaitu sebesar 5,79 persen. Penurunan nilai ekspor dibanding bulan lalu dipicu oleh pelemahan kinerja ekspor sektor nonmigas maupun kinerja ekspor sektor migas," terangnya.

Sementaea itu, lanjut Zulkipli, nilai impor Jawa Timur pada bulan November 2024 mencapai USD 2,46 miliar atau mengalami penurunan sebesar 10,63 persen dibandingkan Oktober 2024.

Nilai tersebut dibandingkan November 2023 juga mengalami penurunan yaitu sebesar 8,99 persen.

"Impor nonmigas Jawa Timur pada bulan November 2024 mencapai USD 1,96 miliar atau turun sebesar 8,33 persen dibandingkan Oktober 2024. Sedangkan jika dibandingkan November 2023 nilai tersebut justru mengalami sedikit peningkatan yaitu sebesar 0,46 persen," katanya.

Menurutnya impor migas Jawa Timur pada bulan November 2024 mencapai USD 495,52 juta atau mengalami penurunan sebesar 18,70 persen dibandingkan Oktober 2024.

Nilai tersebut juga lebih rendah sebesar 33,66 persen jika dibandingkan nilai impor migas Jawa Timur pada bulan November 2023.

"Impor Jawa Timur bulan November 2024 turun sebesar 10,63 persen dibandingkan bulan Oktober 2024, yaitu dari USD 2,75 miliar menjadi USD 2,46 miliar. Penurunan nilai impor ini dipicu oleh melemahnya kinerja impor sektor migas maupun kinerja impor sektor nonmigas," jelasnya.

Untuk neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan November 2024 kembali mengalami penurunan kinerja sehingga pada bulan ini terjadi defisit yaitu sebesar USD 224,70 juta.

Hal ini disebabkan oleh surplus kinerja perdagangan sektor nonmigas yang lebih kecil dibandingkan defisit nilai perdagangan pada sektor migas.

Adapun defisit perdagangan pada sektor migas mencapai USD 418,13 juta.

"Sedangkan nominal surplus perdagangan pada sektor nonmigas hanya mencapai USD 193,43 juta. Kondisi ini harus diperbaiki agar neraca perdagangan Jawa Timur dapat berubah menjadi surplus," pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#BPS Jatim #November 2024 #non migas #migas #kinerja ekspor