Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Diskon Tarif Listrik Bisa Koreksi Pendapatan PLN hingga Rp 5 Triliun per Bulan

Nofilawati Anisa • Jumat, 27 Desember 2024 | 23:49 WIB
INSTALASI: PLN memprediksi kinerja keuangan di Januari-Februari 2025 akan berkurang hingga Rp 5 triliun per bulan, efek diskon tarif pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA.
INSTALASI: PLN memprediksi kinerja keuangan di Januari-Februari 2025 akan berkurang hingga Rp 5 triliun per bulan, efek diskon tarif pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA.

RADAR SURABAYA BISNIS - Direktur Keuangan PT PLN (Persero) Sinthya Roesly mengatakan, kondisi keuangan telah mampu melewati 2024 dengan baik.

Hal ini berkat pengawasan ketat dari Kementerian BUMN dan pengelolaan keuangan yang hati-hati.

"Alhamdulillah di 2024 kita dapat lalui dengan sangat baik. Jadi kita dengan pengawasan dari Kementerian BUMN juga bisa mengelola keuangan dan insya Allah kinerjanya juga dapat terjaga dengan baik," kata Shintya saat ditemui di PLN Unit Induk Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) di Cinere, Kota Depok, Jumat (27/12/2024).

Tetapi di sisi lain, dia juga menyadari potensi dampak dari kebijakan penurunan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 2.200 VA pada Januari dan Februari 2025.

Diskon hingga 50 persen ini berkaitan dengan diberlakukannya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen mulai 1 Januari 2025.

Sinthya menyebut, penurunan tarif listrik untuk pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA, diproyeksikan akan menurunkan pendapatan PLN sekitar Rp 5 triliun per bulan pada Januari dan Februari 2025.

Ini tentu menjadi tantangan besar yang harus diantisipasi secara hati-hati.
"Ini kami sikapi karena ada penurunan pendapatan dari pelanggan sebesar Rp 5 triliun per bulan di Januari dan Februari. Tentu kami harus mengantisipasi," kata Sinthya.

Kendati demikian, ia menegaskan, pihaknya akan terus menjaga stabilitas keuangan dengan melakukan koordinasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan.

Termasuk Kementerian BUMN dan instansi terkait lainnya, guna mengatasi dampak dari kebijakan tersebut.

Meskipun tantangan ini cukup besar, Sinthya optimistis PLN dapat tetap menjaga kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

PLN akan terus berupaya untuk mengelola keuangan perusahaan dengan bijak, dan memanfaatkan peluang untuk meningkatkan efisiensi agar tetap dapat menjalankan operasional dengan baik meskipun ada penurunan pendapatan.

"Tadi arahan dari Pak Wamen BUMN (Kartika WirjoAtmodjo, Red), bagaimana di PLN aspek keuangannya terus dijaga dan ini dikoordinasikan dengan stakeholder terkait untuk menyikapi kebijakan-kebijakan yang ada dengan sebaik-baiknya," ujar dia. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#PLN (Persero) #Diskon Tarif Listrik 50 Persen #pelanggan rumah tangga #Direktur Keuangan