RADAR SURABAYA BISNIS – Peluang bekerja di luar negeri sangat banyak, tidak hanya di luar Asia, tapi juga di Asia itu sendiri.
Hanya saja masyarakat belum bisa menangkap peluang tersebut dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Purwanti Utami, Minggu (22/12/2024).
Menurutnya angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur terus mengalami peningkatan sejak 2018.
Rinciannya tahun 2018 mencapai 70.000 lebih. Kemudian 2019 turun 68.000 orang hingga tahun-tahun berikutnya ditutup karena ada Covid-19.
“Tahun 2023 kembali mencapai 68.000 orang. Dan November 2024 sudah mencapai 74.200an orang,” katanya.
Wanita yang akrab disapa Ami ini menambahkan kalau jumlah PMI asal Jawa Timur ini terbanyak nasional.
Menurutnya kalau masyarakat Jatim ini mampu menangkap peluang ini, bisa jadi pintu masuk untuk bekerja di luar negeri.
“Hanya saja selama ini masalahnya kan bukan karena kurangnya peluang pekerjaan. Melainkan kesesuaian permintaan perusahaan dan kompetensi yang dimiliki personal calon pekerja,” ungkap Ami.
Ami menjelaskan hingga Agustus 2024, angka Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim mencapai 4,19 persen atau 1.020.000 lebih.
Meski demikian angka ini masih lebih rendah dibandingkan provinsi lainnya.
“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) atau program 5 tahun kami selalu memprioritaskan untuk menyalurkan PMI secara formal. Ini bukan berarti di Jatim atau di negeri kita kurang pekerjaan, tapi untuk taraf hidup yang lebih baik. Yang terpenting jalurnya harus formal,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa