RADAR SURABAYA BISNIS – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, Perum Bulog Kanwil Jawa Timur memastikan stok beras aman. Bahkan berbagai upaya dilakukan untuk menjaga stabilitas harga.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur Awaludin Iqbal mengatakan saat ini pihaknya kembali salurkan Beras Bantuan Pangan Tahap III.
Sebanyak 3.439.164 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jawa Timur direncanakan menerima beras Bantuan Pangan alokasi Desember.
“Bantuan berupa 10 kilogram beras per PBP ini telah kami salurkan sejak 2 Desember kemarin dan dan ditargetkan selesai pada pertengahan bulan ini,” jelasnya kepada Radar Surabaya, Kamis (12/12).
Iqbal menjelaskan bahwa proses distribusi ini melibatkan pemerintah daerah di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. “Tujuannya agar bisa berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, Iqbal juga menegaskan peran Perum Bulog dalam menjaga ketahanan pangan.
Dia mengaku terus berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi, menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen maupun produsen, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujar lulusan FISIP Universitas Airlangga (Unair) itu.
Meski tidak menyebutkan berapa stok beras di Bulog Kanwil Jatim saat ini, namun Iqbal mengaku masih memiliki stok beras yang cukup banyak.
Bahkan menurutnya hingga saat ini pihaknya terus melakukan penyerapan beras dari petani.
Iqbal mengatakan, Bulog Kanwil Jatim menargetkan serapan produksi beras melalui program On Farm atau Mitra Tani mencapai 100 ribu ton di akhir tahun 2024.
“Meskipun serapan beras petani pada bulan Desember (2024) – Januari (2025) relatif kecil tapi kami pastikan stoknya sangat cukup,” katanya.
Iqbal mengaku pihaknya juga memasifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di semua lini. Tujuannya untuk menjaga agar tidak terjadi inflasi.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat pada November 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 12.727 per kg, turun sebesar 1,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 12.934 per kg.
Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 11.936 per kg atau turun sebesar 2,55 persen dari Rp 12.248 per kg.
Rata-rata harga beras kualitas rendah mengalami penurunan dibandingkan bulan Oktober dengan penurunan sebesar 0,70 persen dari Rp 12.325 per kg menjadi Rp 12.239 per kg.
Sementara itu berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga rata-rata beras medium per kg, Kamis (12/12) Rp 12.194.
Harga rata-rata tertinggi di Kota Madiun Rp 13.000, harga rata-rata terendah di Kabupaten Mojokerto Rp 11.475.
Sedangkan untuk komoditas beras premium per kg harga rata-rata Jatim adalah Rp 14.225.
Harga rata-rata tertinggi di Kota Madiun Rp 15.333, dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Mojokerto Rp 12.737. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa