RADAR SURABAYA BISNIS – Proyek pembangunan Pasar Karah Baru di Kecamatan Jambangan Surabaya, kembali mengalami penundaan.
Meski awalnya dijadwalkan beroperasi pada Oktober, sejumlah perbaikan minor masih harus diselesaikan.
Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa fasilitas pasar akan optimal sebelum resmi dibuka untuk umum.
Pasar Karah Baru yang berlokasi di Jalan Karah Lapangan Belakang tampil dengan wajah baru yang modern dan segar.
Selain bangunan utama yang direnovasi, area parkir juga telah diperluas dan dilapisi aspal untuk kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinkopdag Surabaya, Devie Afrianto, menjelaskan bahwa meski pembangunannya hampir selesai, proses perbaikan kecil membutuhkan waktu tambahan.
“Perbaikan ini memang memakan waktu, namun kami prioritaskan kualitas agar pasar bisa bertahan lama,” katanya, Senin (9/12).
Pasar ini diharapkan menjadi percontohan untuk pasar-pasar lain di Surabaya, dengan mengusung konsep pasar bersih, modern, dan ramah lingkungan.
Awalnya, pasar ini direncanakan selesai pada September atau Oktober. Namun, karena kendala teknis, pembukaan ditunda hingga akhir Desember 2024.
“Sebenarnya sudah selesai, hanya butuh perbaikan minor saja. Ditargetkan akhir bulan sudah operasi,” tegasnya.
Pasar Karah Baru nantinya akan dikelola langsung oleh Dinkopdag Surabaya dengan pembinaan intensif kepada para pedagang.
“Pasar ini bakal dikelola Dinkopdag. Saat ini masih menunggu proses final pembangunan yang sedang dikebut teman-teman DPRKPP,” jelas Devie.
Rencananya, pasar ini akan menampung sekitar 220 pedagang. Dari jumlah tersebut, 200 pedagang akan menempati kios di dalam pasar, sementara 20 pedagang lainnya akan berjualan sembako di luar area pasar.
Selain fasilitas fisik yang modern, Dinkopdag juga berupaya memastikan bahwa pasar ini memenuhi standar pasar SNI dan memiliki sertifikasi segar aman.
Pasar Karah Baru nantinya tidak hanya menawarkan estetika yang lebih baik, tetapi juga kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.
Dengan fasilitas parkir yang luas dan tertata, diharapkan aktivitas jual beli dapat berjalan lancar dan menarik lebih banyak pengunjung.
“Pastinya kami juga melakukan pembinaan kepada pedagang agar terwujud pasar ber-SNI dan punya sertifikasi segar aman. Ini sesuai dengan kebijakan Bapak Wali Kota yang kami konkretkan dengan pencapaian standar tersebut,” pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa