Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Konsumsi Rumah Tangga Topang Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur di Triwulan III/2024

Mus Purmadani • Kamis, 5 Desember 2024 | 00:20 WIB
BAYAR: Kasir salah satu toko ritel modern yang menyediakan beragam kebutuhan rumah tangga.
BAYAR: Kasir salah satu toko ritel modern yang menyediakan beragam kebutuhan rumah tangga.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Erwin Gunawan Hutapea mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan III/2024 terjaga dengan baik. Yakni tumbuh 4,91 persen sedikit lebih rendah dari triwulan II/2024.

"Ini sesuai perkiraan kami, karena secara nasional pertumbuhan ekonomi juga mengalami perlambatan," ujarnya, Rabu (4/12).

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik dan juga permintaan global.

Khususnya konsumsi rumah tangga masih kuat di Jawa Timur, selain itu juga penjualan retail, barang tahan lama juga didorong pertumbuhan investasi.

"Kami meyakini ekonomi Jatim 2024 tumbuh dengan kuat pada rentang 4,7 persen hingga 5,5 persen. Terutama ditopang oleh permintaan eksternal dan juga permintaan domestik," katanya.

Lebih lanjut Erwin mengatakan pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi diyakini tumbuh dengan baik.

Karena investasi diproyeksi meningkat dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jatim.

"Ekonomi global juga akan tumbuh baik meskipun masih harus diwaspadai adanya geopolitik," ujarnya.

Sementara itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai pendukung Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden RI pada tahun 2021.

Diperkirakan ada 10 ribu UKM berpeluang menjadi pendukung pada sentral pertumbuhan ekonomi baru tersebut.

"Jumlah tersebut baru sekitar 30 persen dari total UKM yang ada di Gresik," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa.

Endy mengatakan Pemprov Jatim menyiapkan anggaran Rp 18 miliar untuk penguatan UKM yang akan menjadi pendukung JIIPE.

Nantinya anggaran tersebut diberikan dalam bentuk pelatihan, mulai dari pelatihan produk, standardisasi hingga packaging," katanya.

Menurutnya anggaran Rp 18 miliar itu berasal dari pemerintah pusat dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) yang memang difokuskan pada peningkatan kualitas UKM yang diproyeksikan menjadi pendukung industri di JIIPE.

"Kami berusaha bagaimana pelaku UKM lokal bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi baru JIIPE itu," pungkasnya. (mus/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Pertumbuhan ekonomi Jatim #konsumsi rumah tangga #bank indonesia #Erwin Gunawan Hutapea #triwulan III 2024