RADAR SURABAYA BISNIS - Dulu kita masih mengira usaha di bidang pertanian dianggap tak menarik dan identik bisnis dengan penghasilan kecil.
Nyatanya, saat ini banyak masyarakat perkotaan yang terjun ke usaha ini.
Jika sedang mencari ide usaha, Anda bisa mencoba berbisnis di bidang pertanian.
Dimana saat ini potensi usaha di bidang pertanian mempunyai potensi yang besar, terutama untuk memenuhi permintaan pasar baik antar kota dan antar provinsi hingga luar negeri.
Berikut beberapa ide peluang usaha di bidang pertanian yang memiliki prospek menjanjikan hingga antarkota dilansir dari laman Kementerian Koperasi:
1. Tanaman Obat
Ide yang pertama adalah tanaman obat. Banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi tanaman obat herbal untuk menjaga kesehatannya.
Anda bisa budidaya tanaman obat seperti peppermint, lengkuas, lidah buaya, jahe, kunyit, dan lainnya.
2. Budidaya Sayuran Organik
Saat ini, khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya sudah banyak masyarakat yang mengonsumsi sayuran organik, khususnya mereka yang menerapkan gaya hidup sehat.
Berbeda dengan sayuran biasa, sayuran organik ditanam tanpa tambahan bahan kimia.
Ada banyak jenis tanaman sayur hidroponik, seperti brokoli, selada, kacang panjang, tomat, cabai dan lainnya.
Budidaya tanaman hidroponik juga cocok bagi Anda yang memiliki keterbatasan lahan karena menggunakan media air atau biasa disebut bertanam tanpa tanah.
3. Bisnis Pupuk
Pupuk menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sektor pertanian.
Penggunaan pupuk yang bagus akan menjaga kualitas hasil panen.
Anda bisa memanfaatkan peluang bisnis pupuk, yang terdiri dari pupuk organik dan pupuk anorganik.
4. Budidaya Rempah
Makanan Indonesia kaya akan rempah sehingga budidaya rempah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Ditambah lagi, Indonesia juga kerap menjadi tujuan banyak negara dalam mencari rempah-rempah berkualitas.
Anda bisa mencoba usaha budidaya rempah yang tak hanya digunakan sebagai bahan makanan, tetapi juga bahan obat dan jamu.
Beberapa di antaranya, seperti kunyit, pala, kayu manis, cengkeh, jahe, kapulaga, dan lainnya.
5. Budidaya Tanaman Hias
Tanaman hias saat ini bukan sekadar hobi, tetapi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Apalagi tren tanaman hias bisa muncul sewaktu-waktu dan memberikan omzet besar.
Untuk menjalankan usaha ini, pelajari tentang jenis tanaman hias yang sedang trend, jenis media tanam, cara merawat, hingga menata tanaman hias agar menarik. Lakukan riset kompetitor dalam menentukan harga.
6. Agro Wisata
Punya lahan pertanian luas? Selain menjual produk seperti sebelumnya, Anda juga bisa memanfaatkan lahan dengan membuat bisnis agro wisata.
Bisnis ini cukup menggiurkan di tengah tingginya polusi dan padatnya perkotaan. Masyarakat bisa healing sejenak dengan kembali ke alam.
Ada beberapa kegiatan utama dari usaha agro wisata, seperti petik buah, menanam tanaman, dan edukasi pertanian lainnya.
Bisnis ini bisa menyasar anak sekolah sampai dewasa. Agar lebih seru, Anda bisa menambah kegiatan lain seperti wahana permainan seperti playground sampai flying fox.
7. Budidaya Jamur Tiram
Untuk memulai budidaya jamur tiram, Anda tidak membutuhkan banyak lahan.
Bahkan memanfaatkan lahan di depan atau belakang rumah sudah bisa dilakukan. Masa panen jamur tiram juga cepat, yakni hanya 40 hari saja.
Manfaatkan berbagai limbah sebagai media tanamnya, seperti jerami padi, limbah tekstil kapas, sampai serbuk gergaji. Anda bisa menjual jamur tiram ke pasar tradisional sampai restaurant.
Itulah ide peluang bisnis di bidang pertanian hingga antarkota yang bisa Anda lakukan.
Menjalankan usaha pertanian bagi pemula tentu tidaklah mudah, terlebih untuk memenuhi permintaan di berbagai daerah.
Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam memaksimalkan peluang yang ada. Terus belajar ilmu pertanian, dari proses pembibitan, perawatan, sampai kegiatan pasca panen.
Lakukan riset pasar dalam menjalankan usaha pertanian ini. Ketahui apa yang dibutuhkan pasar sampai menganalisis kompetitor sejenis.
Tak kalah penting lainnya adalah memikirkan logistik untuk proses pengiriman barang yang mampu mencakup berbagai wilayah. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa