SURABAYA - Beberapa hari terakhir kondisi Pasar Kapasan Surabaya viral di media social (medsos).
Hal itu terjadi diduga karena pasar yang menjadi salah satu ikon Kota Pahlawan itu kini mulai sepi pengunjung.
Tidak hanya itu, para pedagangnya pun perlahan mulai ada yang meninggalkan stand mereka.
Menanggapi hal ini, Dirut PD Pasar Surya Agus Priyo mengungkapkan, pihaknya terus berupaya untuk mengembalikan kondisi kejayaan pasar tersebut.
Salah satu upayanya adalah dengan mencoba memberikan kesan nyaman dan aman bagi para pengunjung yang ada di sana.
"Pertama, pasti kami berupaya akan memberikan kenyamanan dalam berbelanja bagi para pengunjung," kata Agus pada Radar Surabaya, Kamis (14/11).
Perbaikan kualitas kenyamanan ini berkenaan dengan fasilitas sarana prasarana pengunjung. Ketika ada yang rusak atau kurang layak, pihaknya bakal melakukan perbaikan.
"Kami akan sesuaikan dengan sumber daya yang ada di kami saat ini dengan memperbaiki sarpras yang ada," tambahnya.
Agus menjelaskan, memang kondisi saat ini tidak bisa dipungkiri, pasar tradisional bersaing dengan pasar online.
Tapi, hal itu bukan menjadi satu alasan untuk membiarkan pasar-pasar tradisional kemudian mati ditinggalkan para pedagang dan pengunjungnya.
Dia mengarahkan agar para pedagang di pasar, apalagi pasar yang jadi ikon kota seperti Pasar Kapasan, untuk bisa beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
Jadi tidak hanya mengandalkan dari berjualan di stand fisik yang ada di pasar.
Saat ini, di sana masih ada pedagang-pedagang besar yang sudah punya langganan sampai ke luar pulau.
"Masih tetap berdagang seperti biasa. Cuma memang dari pedagang juga kami sampaikan untuk mengikuti perkembangan jaman dengan berdagang secara online juga. Toko juga tetap dibuka," ujarnya.
Mengapa demikian? Agus menjelaskan, pasar tersebut sebenarnya masih punya penggemarnya masing-masing.
Itulah mengapa, selain tetap membuka toko fisik, Agus menyarankan agar pedagang juga memasarkan via online.
"Karena pengunjung terkadang masih banyak yang ingin jalan-jalan untuk menikmati pasar-pasar kami," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa