SURABAYA – Perum Bulog Kanwil Jatim memastikan stok beras di Jatim aman hingga awal tahun. Ini karena ditunjang adanya masa panen.
“Kalau untuk stok insyaallah sangat cukup. Yang pasti stoknya sangat kuatlah,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur, Awaludin Iqbal kepada Radar Surabaya, Selasa (12/11).
Hanya saja Bulog Kanwil Jatim tidak menyebutkan berapa rincian stok beras di Jatim saat ini.
Iqbal mengaku hingga saat ini pihaknya terus melakukan penyerapan beras dari petani.
Iqbal mengatakan, Bulog Kanwil Jatim menargetkan serapan produksi beras melalui program On Farm atau Mitra Tani mencapai 100 ribu ton di akhir tahun 2024.
“Selain untuk meningkatkan produksi beras, program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani,” kata lulusan FISIP Universitas Airlangga (Unair) itu.
Untuk mengantisipasi adanya inflasi, Iqbal mengatakan pihaknya akan menyalurkan beras melalui program bantuan pangan pada Desember mendatang sebanyak 34.400 ton yang disebar di sejumlah daerah di Jatim melalui pasar murah.
Selain itu program berikutnya adalah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) Desember mendatang.
“November ini tidak dilakukan penyaluran. Penugasan untuk penyaluran beras SPHP ini sampai dengan 31 Desember mendatang. Kegiatan penyaluran program bantuan pangan maupun beras SPHP akan berlanjut di awal tahun 2025,” jelas Iqbal.
Sementara itu Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut potensi kenaikan harga beras pada November dan Desember.
Hal ini disebabkan defisit produksi yang lebih besar dibandingkan Oktober.
Pada November, selisih produksi dan konsumsi diperkirakan minus 0,86 juta ton. Sementara, di Desember defisit diprediksi mencapai minus 1,4 juta ton.
“Penurunan produksi tersebut tentu berpotensi menyebabkan kenaikan harga beras pada akhir tahun seperti tren-tren di tahun tahun sebelumnya. Oleh karenanya perlu upaya antisipasi,” ujar Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa