SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor Provinsi Jawa Timur September 2024 senilai USD 2,16 miliar.
Capaian itu mengalami penurunan sebesar 7,34 persen dibandingkan Agustus 2024.
“Nilai tersebut jika dibandingkan dengan September 2023 justru mengalami peningkatan yaitu sebesar 14,95 persen,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Minggu (3/11).
Dia menambahkan untuk ekspor nonmigas September 2024 mencapai USD 2,10 miliar atau turun sebesar 9,05 persen dibandingkan Agustus 2024.
Akan tetapi nilai tersebut jika dibandingkan dengan September 2023 justru mengalami peningkatan sebesar 19,86 persen
Sedangkan ekspor migas September 2024 mencapai USD 56,18 juta atau mengalami kenaikan signifikan yaitu sebesar 211,85 persen dibandingkan Agustus 2024.
Nilai tersebut lebih rendah sebesar 54,67 persen dibandingkan September 2023.
Sementara itu, lanjut Zulkipli, nilai impor juga mengalami penurunan dibanding bulan Agustus 2024 dan dibanding September tahun 2023.
Penyumbang utama nilai impor non migas adalah kelompok mesin dan peralatan mekanis yang pada September 2024 memberikan peranan sebesar 11,61 persen.
Neraca perdagangan barang kembali mengalami defisit pada September 2024.
Menurutnya harga komoditas unggulan secara umum mengalami penurunan.
Misalnya seperti minyak mentah, potasium, dan tepung kedelai.
“Beberapa negara mitra dagang utama Provinsi Jawa Timur yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Thailand pada bulan September 2024 seluruhnya mengalami penurunan nilai manufacturing Purchasing Managers Index (PMI),” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa