SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat total luas panen padi tahun 2024 diperkirakan mencapai 1,62 juta hektare.
Capaian ini mengalami penurunan sebesar 0,08 juta hektare (4,82 persen) dibanding tahun 2023.
"Total produksi padi tahun 2024 diperkirakan mencapai 9,23 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,48 juta ton atau 4,99 persen persen dibanding tahun 2023," kata Kepala BPS Jatim Zulkipli, Jumat (1/11).
Menurutnya total produksi beras di tahun 2024 diperkirakan mencapai 5,33 juta.
"Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 0,28 juta ton atau 4,99 persen dibanding tahun 2023," sambungnya.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Heru Suseno mengatakan luas panen padi hingga akhir tahun 2024 adalah 1.673.102 hektare dengan hasil produksi padi 9.475.071 ton.
Dari jumlah padi itu jika dijadikan beras menjadi 6.073.521 ton
"Kemudian rata-rata konsumsi masyarakat Jatim selama November - Desember mencapai 3.234.700 ton. Artinya ini masih surplus sekitar 2,8 juta ton. Junlah tersebut masih bisa memenuhi kebutuhan libur natal dan tahun baru, selain itu juga memenuhi kebutuhan provinsi lain," ungkapnya.
Saat ditanya terkait musim hidrometologi, Heru berharap tidak terjadi bencana alam yang mengakibatkan gagal panen.
"Kalau misal terjadi bencana dan gagal panen, kami sudah menyiapkan asuransi bagi petani yang lahannya terdampak," pungkas Heru. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa