Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekspor Perikanan Nasional Catat Surplus sepanjang Lima Tahun Terakhir, Berikut Tiga Komoditas Unggulan Ekspor

Nofilawati Anisa • Jumat, 25 Oktober 2024 | 00:24 WIB
PANEN: Pekerja menurunkan hasil tangkapan ikan untuk selanjutnya dibawa ke tempat pelelangan.
PANEN: Pekerja menurunkan hasil tangkapan ikan untuk selanjutnya dibawa ke tempat pelelangan.

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat tren ekspor perikanan Indonesia ke pasar global surplus sepanjang lima tahun terakhir pada periode 2018-2023.

"Jadi neraca kita adalah surplus karena impor kita hanya USD 0,65 - 0,7 miliar, kecil itu pun hanya memenuhi pasar-pasar horeka dimana jenis-jenis ikannya tidak tersedia di Indonesia," ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ishartini di Jakarta dilansir dari Antara, Kamis (24/10).

Ia menjelaskan, kalau melihat dari tren ekspor produk perikanan Indonesia selama lima tahun terakhir, pada tahun 2018 tercatat ekspor USD 4,86 miliar.

Kemudian pada 2019 tercatat USD 4,94 miliar, tahun 2020 tercatat USD 5,21 miliar, tahun 2021 sebesar USD 5,72 miliar.

Lalu pada tahun 2022 menjadi yang tertinggi, dimana ekspor Indonesia tembus sebesar USD 6,24 miliar.

Kemudian pada tahun 2023, nilai ekspor ikan Indonesia sebesar USD 5,63 miliar.

Adapun tiga komoditas ekspor Indonesia terbesar yakni udang yang mencapai USD 1,73 miliar.

Kemudian tuna-tongkol-cakalang sebesar USD 927,1 juta, dan cumi-sotong-gurita sebesar USD 762,5 juta.

Sedangkan melihat dari tren impor selama lima tahun terakhir, pada tahun 2018 dan 2019 tercatat sebesar USD 0,43 miliar, tahun 2020 sebesar USD 0,41 miliar.

Tahun 2021 sebesar USD 0,48 miliar, tahun 2022 sebesar USD 0,7 miliar, dan pada tahun 2023 sebesar USD 0,65 miliar.

Tiga komoditas impor Indonesia untuk produk perikanan yakni ikan makarel mencapai USD 136,9 juta, salmon sebesar USD 76,49 juta, dan kepiting senilai USD 72,08 juta.

Ishartini juga menyampaikan bahwa profil pasar perikanan dunia di tahun 2023 mencapai USD 184,5 miliar.

Pertumbuhan rata-rata selama lima tahun terakhir adalah tiga persen, namun dari 2022 ke 2023 terjadi penurunan sebesar USD 9,6 juta.

Untuk lima top pasar perikanan dunia yakni Uni Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang dan ASEAN.

“Uni Eropa merupakan salah satu pasar yang sangat menjanjikan untuk sektor perikanan, oleh karena itu Indonesia harus menggarap pasar ekspor perikanan di Uni Eropa dengan sebaik-baiknya,” pungkas Ishartini. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kementerian kelautan dan perikanan (kkp) #impor perikanan #Ekspor perikanan #Ekspor Udang Indonesia #produk perikanan