SURABAYA - Potensi pasar perhiasan emas yang cukup besar dan terus bertumbuh, baik di pasar domestik maupun ekspor, menjadi peluang bagi pelaku industri emas untuk meningkatkan produksinya.
Hal itu baik untuk industri besar maupun industri dan menengah (IKM) di sektor perhiasan emas.
Reni Yanita M,Si, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI), mengatakan, saat ini pasar perhiasan emas terus bertumbuh di tengah melemahnya ekonomi global.
Hal itu terlihat dari harga emas yang terus menunjukan trend meningkat.
Karena itu, ekspor produk emas dari Indonesia juga terus melonjak.
Sementara tujuan utama ekspor adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Hongkong dan Swiss.
"Sejak Januari hingga Agustus 2024, nilai ekspor perhiasan Indonesia mencapai USD 3,9 juta, naik 15,98 persen, dibanding periode yang sama tahun 2023 yang mencapai USD 3,4 juta. Saat ini Indonesia berada di posisi 12 sebagai negara eksportir perhiasan dengan market share 2,4 persen,” kata Reni disela pembukaan pemeran Surabaya International Jewellery Fair 2024, Kamis (10/10).
Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong beragam event yang bisa mendorong peningkatan transaksi perhiasan.
Salah satunya lewat event Surabaya International Jewellery Fair 2024. Karena even ini digelar regular setiap tahun. Dan kali ini sudah masuk tahun ke-27.
Sehingga kehadiran event seperti ini sudah ditunggu banyak pembeli terutama pembeli lokal.
Karena itu pelaku industri perhiasan baik sekala besar maupun kecil dan menengah harus terus berkreasi untuk menghadirkan desain terbaik yang disukai pembeli. Sehingga mereka tidak perlu beli di luar negeri.
“Saat ini masih banyak konsumen dari Indonesia yang membeli perhiasan di luar negeri. Alasannya model dan bentuknya yang lebih menarik. Hal ini menjadi tantangan bagi industri perhiasan emas besar dan IKM menyediakan bentuk dan model yang terbaru, lengkap dan lebih menarik. Karena ternyata konsumen tidak hanya mencari perhiasan yang besar namun yang menarik desainya,” tambahnya.
Sementara itu, Jeffrey Thumewa, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, menambahkan, pameran yang digelar di Ballroom Shangri-La Hotel hingga tanggal 13 Oktober 2024 ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan penjualan perhiasan dalam negeri, meningkatkan kesejahteraan para pengrajin perhiasan kreatif dan membuka peluang usaha para pelaku bisnis UKM.
Pameran perhiasan Surabaya International Jewellery Fair 2024 di ikuti ebih dari 100 peserta, terdiri dari 60 peserta swasta, 20 peserta mesin dan perangkat industri perhiasan dan 22 pengrajin IKM yang merupakan mitra-binaan Kementerian Perindustrian RI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
"Selama pameran berlangsung, para konsumen dapat memilih produk-produk perhiasan yang berkualitas dengan harga bersaing," tutup Jeffrey. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa