Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Selama Dua Bulan Harga Cabai Merah Besar Anjlok, Petani Wadul ke Presiden Jokowi

Mus Purmadani • Minggu, 6 Oktober 2024 | 02:02 WIB

 

WADUL: Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Korda Jawa Timur Nanang Triatmoko menunjukkan surat yang dikirimkan kepada presiden.
WADUL: Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Korda Jawa Timur Nanang Triatmoko menunjukkan surat yang dikirimkan kepada presiden.

SURABAYA – Petani cabai Jawa Timur yang tergabung dalam Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Korda Jawa Timur mengeluhkan anjloknya harga cabai merah besar.

Keluhan tersebut disampaikan para petani cabai ini melalui surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia yang dikirim Kamis (3/10).

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Korda Jawa Timur Nanang Triatmoko kepada Radar Surabaya mengatakan dua bulan terakhir ini harga cabai merah besar (CMB) di pasaran berada di bawah Rp 15.000 per kilogram.

Sedangkan sebulan terakhir harga merah besar di bawah Rp 10.000 per kilogram.

“Mirisnya seminggu terakhir harga cabai merah besar menyentuh harga Rp 3.000 – Rp 3.500 di tingkat petani. Tentunya ini sangat memprihatinkan. Artinya petani harus menanggung kerugian sekitar Rp 12.000 per kg,” katanya, Jumat (4/10).

Nanang mengatakan dalam satu hari petani bisa menghasilkan 400 ton.

“Bayangkan saja jika kerugian Rp 12.000 per kg dikalikan 400 ton dan kemudian dikalikan 30 hari berapa kerugian yang kami alami,” ungkapnya

Dalam surat tersebut, lanjut Nanang, para petani menanyakan apa yang terjadi saat ini sama halnya dengan apa yang terjadi 12 tahun dan lima tahun lalu.

Dimana kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya jumlah produksi yang meningkat signifikan, panen raya yang serempak.

“Ketiga, banyaknya petani baru yang tergiur untuk menanam cabai pasca harga mahal akibat Elnino daan keempat menurunnya daya beli masyarakat,” katanya.

“Cabai yang merupakan sembilan komoditi pokok dan penyumbang inflasi, di saat harga mahal pemerintah selalu memberikan respons dengan melakukan operasi pasar namun disaat kondisi seperti ini tidak ada satupun kehadiran pemangku kebijakan yang berpihak kepada petani. Semua keluh kesah baik di media sosial maupun di lapangan tidak terdengar dan menunggu waktu untuk senyap dengan sendirinya,” imbuhnya.

Nanang mengaku sudah mengeluh kepada Dinas Pertanian kabupaten/kota maupun provinsi.

Namun menurutnya jawaban yang diberikan kurang memuaskan.

“Dari Dinas Pertanian jawabannya itu wewenang Dinas Perdagangan atau Kementerian Perdagagan. Dinas Pertanian wewenangnya hanya pertumbuhan dan meningkatkan jumlah produksi,” katanya.

“Kami ingin adanya penetapan harga dasar, dengan cara hadirnya kepanjangan tangan pemerintah berupa Industri cabai di sentra yang berfungsi untuk menyerap ketika over supply dan menyalurkan ke perusahaan ketika harga mahal,” pungkas Nanang. (mus/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#petani cabai #Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia #panen raya #Wadul #presiden #harga cabai #cabai merah besar #harga cabai anjlok