SURABAYA - Petani saat ini memiliki hasil yang melimpah tapi tidak mempunyai nilai jual yang baik. Maka dari itu perlu adanya sinergi dari berbagai pihak.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim Arum Sabil usai acara pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jawa Timur, masa bakti 2024-2029 di Surabaya, Rabu (2/10).
"Tidak punya nilai jual yang baik itu karena tidak efisien atau ada produk dari luar negeri masuk ke Indonesia seperti dumping atau sengaja dijual murah tapi ada by design dibalik itu. Oleh karena itu promosi dan proteksi menjadi penting," ujarnya.
Untuk proteksinya, lanjut Arum, jangan sampai petani terjebak pupuk palsu maupun pestisida palsu dan lainnya.
"Kemudian untuk promosinya adalah bagaimana mengenalkan hasil produk, pertanian, peternakan bukan hanya memiliki harga maupun kualitas yang bersaing tapi juga sehat untuk dikonsumsi," katanya.
Menurut Arum saat ini di Jatim sedang dikembangkan hasil-hasil pertanian dan peternakan organik.
Di antaranya bagaimana daging ayam, daging sapi meminimalisir residu antibiotik.
"Selain itu bagaimana sayur dan buah bisa meminimalisir residu pestisida. Karena bagaimana bukan hanya menyiapkan pangan tapi juga kesehatan dan kehalalan," jelasnya.
Sementara itu Ketua Umum HKTI Fadli Zon mengatakan Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional yang menjadi andalan untuk pemenuhan kebutuhan nasional.
"Komoditas padi, jagung dan bawang merah Jatim ini juaranya. Komoditas padi Jatim produsen terbesar 18 persen dari produk Gabah Kering Giling (GKG) nasional sejak 2020. Jatim juga menjadi juara komoditas lain, intinya Jatim lumbung pangan yang sangat penting," katanya.
Menurut Fadli Zon, Jatim di bawah komando Arum Sabil sangat penting sinergi HKTI dengan seluruh pihak perlu ditingkatkan untuk mengatasi berbagai kendala yang ada.
"Masalah pertanian kita klasik, saya yakin pemerintahan yang akan datang akan berusaha mengintegrasikan sektor pertanian supaya lebih efektif. Kita ingin mandiri, karena bangsa yaag berdaulat secara pangan baru bisa disebut bangsa yang merdeka, tinggal bagaimana intervensi kita baik," ujarnya.
Arum Sabil telah ditetapkan Ketua HKTI Jatim 2024-2029 sesuai surat keputusan Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Nomor: KEP-041/DPN HKTI/V/2024. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa