SURABAYA - Komitmen Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya dalam menjaga angka inflasi harga daging sapi tidak main-main.
Dalam sehari, pemotongan sapi di sana angkanya mencapai 125 ekor.
Guna memenuhi kebutuhan itu, pihak RPH juga mendatangkan pasokan sapi dari luar daerah.
Direktur Utama (Dirut) PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya, Fajar A. Isnugroho mengungkapkan, usai perayaan Idul Adha, pasokan sapi lokal di Surabaya memang menurun.
Namun, hal itu bukan menjadi sebuah permasalahan untuk menjaga harga daging sapi tetap stabil di pasaran.
Dia mengaku, beberapa langkah pencegahan harga daging melambung sudah disiapkan pihaknya.
Salah satu caranya adalah dengan menambah pasokan sapi dari luar daerah.
"Iya guna memastikan kebutuhan daging tetap terpenuhi, kami menambahnya dari luar daerah," kata Fajar, Minggu (29/9).
Saat ini, dia mengatakan, angka permintaan daging di pasaran dengan jumlah pasukan yang ada masih dapat diimbangi.
Artinya, dia mengaku belum ada kenaikan harga daging sejauh ini meski pasokan sapi berkurang.
Dia mengatakan, permintaan daging sapi di pasaran pun biasanya juga berkenaan dengan momen-momen tertentu.
Sebutlah seperti saat ini yang masih dalam peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Permintaan daging di pasaran jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya lebih tinggi di bulan sekarang.
Kendati begitu, dia memastikan kalau stok yang dimiliki RPH untuk mengatasi hal itu sangatlah aman terkendali.
"Kami bisa memenuhi kebutuhan dengan pemotongan rata-rata sekitar 125 ekor sapi perhari di RPH Pegirian," ucap mantan jurnalis itu.
Harga yang beredar di pasaran pun menurut dia masih normal saat ini.
Kisarannya ada di angka Rp 110 sampai dengan Rp 120 ribu per kilogramnya.
Biasanya, dia mengakui, harga daging sapi ini akan mengalami lonjakan di jelang perayaan hari-hari besar.
"Iya alhamdulillah tidak ada lonjakan harga daging. Karena biasanya harga daging ini naik jelang Idul Fitri. Selain itu relatif aman," ujarnya.
Selain menjaga stok daging terpenuhi, Fajar mengaku pihaknya bersama dengan Pemkot Surabaya juga dalam sebulan sekali selalu mengadakan rapat bulanan.
Rapat itu dalam rangka pengendalian harga bahan pokok di Kota Pahlawan agar inflasi on track.
"Nah di rapat itu, harga daging sapi tidak masuk dalam komoditas yang mengalami kenaikan harga," pungkas Fajar. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa