Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kepercayaan Global Meningkat, Hipmi Sebut Indonesia sebagai Destinasi Investasi Yang Kompetitif

Nofilawati Anisa • Minggu, 29 September 2024 | 17:56 WIB
SEMANGAT: Wakil Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anthony Leong.
SEMANGAT: Wakil Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anthony Leong.

JAKARTA – Indonesia terus menjadi negara berkembang yang patut diperhitungkan dunia internasional.

Saat kondisi perekonomian global memburuk, Indonesia masih mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan.

Di semester I/2024, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,05 persen.

Pertumbuhan tersebut tentu saja tercapai karena sudah ada fundamental perekonomian yang kuat.

Dengan kondisi perekonomian yang bagus itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengungkapkan Indonesia sebagai destinasi investasi yang kompetitif bagi para investor luar negeri.

Wakil Sekretaris Jenderal Hpmi Anthony Leong menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat iklim investasi di kawasan, terutama di Indonesia.

"Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi yang signifikan, pasar konsumen yang besar, serta lingkungan ekonomi dan politik yang stabil. Ini semua menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang kompetitif," ujar Anthony, di Jakarta, dilansir dari Antara, Sabtu (28/9).

Dia memaparkan data terbaru yang menunjukkan bahwa realisasi investasi di Indonesia pada semester I/2024 mencapai Rp 829,9 triliun (sekitar USD 54 miliar).

Angka ini mencerminkan kepercayaan global terhadap potensi ekonomi Indonesia dan memberikan gambaran positif mengenai stabilitas dan daya tarik investasi di negara ini.

Anthony juga menekankan perihal pentingnya pengusaha muda antarnegara berkolaborasi, karena dilihat tren yang menjadi konglomerat saat ini relatif banyak di usia muda, di bawah 50 tahun.

"Indonesia adalah salah satu pengekspor batu bara terbesar di dunia dan memiliki cadangan mineral penting seperti nikel, tembaga, dan bauksit. Dengan fokus global yang semakin meningkat pada energi terbarukan, Indonesia berusaha menarik lebih banyak investasi di sektor ini," sambungnya.

Dia juga menggarisbawahi peran transformasi digital dalam menyederhanakan proses investasi.

"Melalui layanan investasi satu atap, prosedur untuk investasi asing kini jauh lebih mudah dan efisien. Kita siap menjadi mitra strategis bagi investor internasional, khususnya dari Tiongkok, untuk menjalin kemitraan bisnis di Indonesia," ujarnya.

Dengan berbagai insentif yang ditawarkan, seperti pembebasan pajak penghasilan hingga 20 tahun dan penghapusan bea impor untuk sektor-sektor tertentu, Anthony percaya bahwa Indonesia semakin menarik bagi investor asing.

Ia mencontohkan sejumlah investasi sukses yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, termasuk Toyota, Mitsubishi, dan ExxonMobil, yang telah memberikan dampak positif pada ekonomi lokal.

Dia juga mengajak komunitas bisnis Tiongkok untuk lebih aktif mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

"Bersama-sama, kita bisa menciptakan masa depan yang sejahtera dan memperkuat hubungan bilateral kita. Saya optimis bahwa melalui kolaborasi dan kemitraan, baik Indonesia maupun China dapat saling memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan," ujarnya. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#fundamental ekonomi kuat #hipmi #destinasi investasi #bonus demografi #Situasi Politik #Anthony Leong #perekonomian global #investasi #perekonomi nasional #Semester 1 2024