SURABAYA – Ada tren penurunan jumlah pemotongan daging sapi di Kota Surabaya usai rampungnya Hari Raya Idul Adha, beberapa bulan lalu.
Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan stok daging sapi di Kota Pahlawan aman dan tercukupi.
Termasuk soal harga daging sapi di Kota Surabaya, juga terus terkontrol dengan baik.
Direktur Utama (Dirut) PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya, Fajar A. Isnugroho mengakui memang tren pemotongan daging sapi ini tidak secrowded saat Idul Adha lalu.
Pada momen itu, tingginya angka pemotongan sapi memang berkenaan dengan momen dimana banyak warga melaksanakan kurban juga.
"Iya memang setelah Idul Adha itu proses pemotongan berkurang di RPH," kata Fajar, Kamis (26/9).
Kendati begitu, dia menegaskan untuk masalah harga daging sapi di Surabaya saat ini sangat terkendali, sekalipun tren pemotongan sapi berkurang.
Sejauh ini, Fajar mengungkapkan rutinitas pemotongan sapi di Kota Surabaya terus berjalan saban harinya.
Sehingga, stok untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Surabaya sangat aman.
Diketahui, harga daging sapi saat ini di Surabaya berkisar di angka Rp 110 ribu hingga Rp 115 ribu per kilogramnya.
"Iya alhamdulillah ketersediaan masih cukup sehingga harga daging relatif terkendali di Surabaya. Kan kalau dilihat, tidak begitu ada lonjakan harga," ucapnya.
Lebih jauh, ditanya apakah ada dampak penjualan daging sapi imbas dari video viral pemotongan sapi beberapa waktu lalu, Fajar mengaku ritme penjualan masih cenderung aman-aman saja.
Sebab, ketika video itu mencuat, Fajar menyebut jika RPH segera melakukan langkah mitigasi untuk memberikan penjelasan ke khalayak yang merasa khawatir akan konsumsi daging sapinya.
"Saya belum (memonitor dampaknya sejauh mana, Red) karena kemarin kami masih fokus memberikan klarifikasi satu persatu pada masyarakat. Minimal kami sajikan penjelasan berimbang bahwa proses yang sebenarnya begini," ujarnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa