SURABAYA – Jawa Timur masih menjadi andalan dalam produksi tembakau nasional.
Pasalnya Jawa Timur sebagai provinsi penghasil tembakau terbesar di Indonesia.
"Kontribusi tembakau Jatim sebesar 51,16 persen dari total produksi secara nasional sebesar 265.701 ton," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Ir Dydik Rudy Prasetya MMA, Minggu (8/9).
Menurutnya produksi tembakau di Jatim tahun 2023 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022.
Jika pada tahun 2022 produksinya mencapai 97.936 ton, tahun 2023 naik menjadi 135.117 ton.
"Angka tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai penghasil tembakau terbesar nasional," katanya.
Rudy menambahkan, Jatim merupakan provinsi dengan area perkebunan tembakau terluas di Indonesia.
Diungkapkannya, Jatim memiliki area perkebunan tembakau seluas 88.969 hektare pada tahun 2022.
Lalu, areal kebun tembakau naik menjadi 114.215 hektare pada tahun 2023.
"Permintaan bahan baku tembakau oleh pabrik rokok dan iklim yang mendukung merupakan faktor utama kenaikan luas areal tembakau," ujarnya.
Lebih lanjut Rudy mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi tembakau di Jatim.
Antara lain melalui pelaksanaan program peningkatan kualitas bahan baku berupa kegiatan intensifikasi tembakau melalui pemberian bantuan pupuk dan alat mesin pertanian.
Penyuluhan dan pemberdayaan petani dalam rangka penerapan teknologi pertanian dari hulu sampai hilir berupa kegiatan pelatihan teknis pembibitan tembakau, pelatihan teknis pengembangan benih tembakau sesuai standar.
Pelatihan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman tembakau, pelatihan penerapan teknologi pertanian untuk petani tembakau.
“Pelatihan penanganan panen dan pasca panen tembakau dilaksanakan dalam rangka penanganan dampak perubahan iklim berupa pelatihan teknis adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terhadap produksi tembakau,” terangnya.
Lebih lanjut Rudy mengatakan, tembakau merupakan salah satu komoditi perkebunan semusim yang memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi regional maupun nasional.
Menurutnya sumbangsih perkebunan tembakau meliputi penyerapan tenaga kerja, mulai dari petani, buruh industri rokok, pengrajin keranjang tembakau, distributor, jasa transportasi sampai pada jasa pekerja iklan.
“Tembakau juga berkontribusi dalam memutar roda perekonomian pembangunan nasional karena mampu memberikan sumbangan dana yang tidak sedikit dari cukai dan pajak industri pada negara, serta memberikan penghasilan bagi masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan tembakau menjadi perhatian penting Pemerintah Jawa Timur.
"Tentu ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah, bagaimana sektor ini betul-betul memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian di Jawa Timur. Produksi rokok di wilayah kami cukup besar dan juga penyerapan tenaga kerja dari baik dari sigaret kretek tangan (SKT) maupun sigaret kretek mesin (SKM). Demikian juga dengan petani tembakau yang relatif secara pendapatan kesejahteraan juga cukup bagus," terangnya.
Adhy mengatakan cukai hasil tembakau Jawa Timur mencapai Rp 127 triliun.
Dari jumlah itu, Jawa Timur mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBCHT) sebanyak 3 persen atau sekitar sekitar Rp 3,8 triliun.
"DBCHT ini dibagi kepada daerah penghasil dan daerah-daerah lain secara proporsional. Ini juga membantu dari sisi bagaimana pembangunan bidang kesehatan dan sosial," katanya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa