Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Lampaui Nasional, Triwulan I/2024 Kontribusi Industri Manufaktur 31,54 Persen ke Pertumbuhan Ekonomi Jatim

Nofilawati Anisa • Minggu, 25 Agustus 2024 | 18:03 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

RADAR SURABAYA BISNIS - Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dalam bekerja.

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan, produktivitas yang tinggi dalam bekerja akan menghasilkan output yang maksimal.

"Kalau keselamatan dan kesehatan pekerjanya terjamin, produktivitasnya juga pasti tinggi, karena pekerja pun akan merasa tenang dan nyaman bekerja," ungkap Adhy usai menerima penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik Nasional Tahun 2024 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Sabtu (24/8).

Produktivitas yang tinggi tersebut, kata Adhy, mampu mengantarkan industri manufaktur berkontribusi mencapai 31,54 persen pada triwulan I/tahun 2024 bagi Jatim.

Angka ini terbilang sangat fantastis karena berhasil melampaui target industri manufaktur nasional yang sebesar 30 persen pada tahun 2045 mendatang.

"Industri manufaktur Jatim dinilai memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif di Jatim, saya yakin ini juga didukung dengan keselamatan dan kesehatan bagi pekerjanya," tuturnya.

Menurutnya dunia kerja yang saat ini semakin kompetitif, digitalisasi dan daya saing menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

"Di samping itu semua pelaku dunia kerja harus beradaptasi dengan yang namanya digitalisasi, dan memiliki daya saing," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI KH Ma'aruf Amin menyampaikan bahwa digitalisasi menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, hingga membuat pasar ketenagakerjaan di Indonesia makin kompetitif.

“Digitalisasi tidak hanya mengubah cara bekerja tapi juga memunculkan sejumlah pekerjaan baru. Teknologi digital membawa perubahan budaya dan kebiasaan kerja, budaya kerja yang semakin terbuka inilah yang menuntut pasar tenaga kerja untuk semakin kompetitif,” katanya.

Menurutnya, digitalisasi membuat pekerja dapat bekerja dan menghasilkan uang dari mana pun dan kapan pun.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah generasi Z atau gen Z yang sangat mudah beradaptasi dengan teknologi digital.

“Digitalisasi semakin meluas dan berkembang seiring dengan besarnya jumlah gen Z yang memasuki pasar kerja, tidak dapat dipungkiri keunggulan mereka dalam penggunaan teknologi digital,” pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#industri manufaktur #jawa timur #pemprov jatim #kemnaker #Triwulan I 2024 #wakil presiden #pj gubernur jatim #Industri Manufaktur Nasional #Adhy Karyono #pertumbuhan ekonomi