RADAR SURABAYA BISNIS - MarkPlus Institute kembali menggelar Indonesia Marketing Festival (IMF) 2024 di Surabaya, Jawa Timur.
Kali ini, festival tahunan yang sudah memasuki tahun ke-12 tersebut, mengambil tema ‘Pilot Marketing Flying in Turbulence’.
Founder and Chairman MarkPlus Hermawan Kartajaya mengungkapkan, gelaran yang ada di Surabaya ini merupakan rangkaian terakhir dari IMF 2024.
Total, dia menyebut ada tujuh kota yang jadi lokasi gelaran IMF 2024 ini.
Kota-kota itu adalah Yogyakarta, Pekanbaru, Palembang, Manado, Bali, Bandung, dan terakhir di Surabaya.
"Kita setiap tahun selalu agendakan. Fokus tujuh kota ini. Nah sekarang, khusus tahun ini disebut pilot marketing flying in turbulence," kata Hermawan, Rabu (21/8).
Kata turbulence menurut dia sengaja diambil karena related dengan kondisi saat ini.
Dia menjelaskan, kondisi tahun ini, seluruh aspek masyarakat akan sangat terpengaruhi dari segi perekonomiannya.
Dia menganalogikan, kondisi perekonomian ini layaknya pesawat yang sedang mengalami turbulensi.
"Nah, ketika pesawat mengalami turbulensi, maka kendali harus segera diambil alih oleh pilot. Tidak bisa kita mengandalkan co-pilot karena akan fatal akibatnya. Nah hari ini turbulensi yang berkaitan dengan kondisi perekonomian kita adalah turbulensi politik," urainya.
Kondisi perusahaan-perusahaan saat ini menurut dia layaknya pesawat yang sedang masuk area turbulensi itu, tantangan saat ini yang harus segera diatasi adalah bagaimana perusahaan ini menjalani tahun ini sampai tuntas melewati era turbulensi itu.
"Serah terima kan (dari kontestasi politik) baru Januari 2025, jadi kita mengawal bagaimana supaya tiap perusahaan itu melakukan apa marketingnya. Ditambah hasil riset terbaru dari Mark Plus," ujarnya.
Belum lagi, saat ini menurut dia ada fenomena menarik terkait campuran generasi antara baby boomers hingga ke gen Z menuju Alpha.
Menurut dia pada generasi baby boomers, orang lebih percaya pada branding.
Sedangkan untuk gen Y lebih ke experience terhadap suatu barang atau produknya.
"Nah Gen Z dan Alpha ini beda lagi, mereka lebih ke experience dan engagement. Jadi marketing itu intinya Positioning, Diferensiasi, dan Brand (PDB). Nah diferensiasimu ini apa. You do need to be better, you do need to be the best, you just need to be different," ujarnya.
Hal-hal itu, menurut dia akan dikupas secara tuntas dalam gelaran IMF 2024 di Hotel Westin.
Selain mengupas masalah marketing, gelaran ini juga memiliki sejumlah rangkaian acara yang membedakan dari tahun ke tahun.
Salah satunya adalah dengan melibatkan pihak dari kementerian agama.
"Jadi mereka mempromosikan mengenai program seperti modernisasi KUA, modernisasi pesantren dan lain sebagainya. Besok itu kanwil datang. Lalu ada noraebang, khusus untuk momen flying in turbulence. Apa yang kita lakukan pada turbulensi politik? Itu yang akan kita lakukan. Jangan serahkan nasib Anda pada teknologi," pungkas Hermawan. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa