Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dukung Penanganan Kanker di Indonesia, Kalbe Bangun Pabrik Produksi Radiofarmaka di Surabaya

Moh. Afik • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 00:27 WIB
GROUND BREAKING: Dari kiri, Dr. Fenny Apridawati, Dr. Ir. Dyah Wahyu, MA, Dr. Dra. L. Rizka Andalucia Apt, M.Pharm, MARS, Mulialie, dr. Eko Purnomo Sp.KN-TM(K) dan Prof.Dr. dr. Cita Rosita Sp.KK (K).
GROUND BREAKING: Dari kiri, Dr. Fenny Apridawati, Dr. Ir. Dyah Wahyu, MA, Dr. Dra. L. Rizka Andalucia Apt, M.Pharm, MARS, Mulialie, dr. Eko Purnomo Sp.KN-TM(K) dan Prof.Dr. dr. Cita Rosita Sp.KK (K).

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha PT Global Onkolab Farma (GOF) membangun pabrik yang memproduksi radioisotop dan radiofarmaka, khususnya Fluorodeoxyglucose (FGD), untuk keperluan deteksi dini penyakit kanker.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk Mulialie mengatakan, pembangunan pabrik radiofarmaka ini merupakan wujud kontribusi Kalbe untuk meningkatkan kemandirian kesehatan Indonesia.

Pembangunan fasilitas di Surabaya merupakan fasiilitas kedua milik Kalbe, setelah pembangunan di Jakarta pada 1 Februari 2024.

“Pembangunan fasilitas radiofarmaka dalam negeri merupakan bagian dari komitmen Kalbe untuk terus meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam penanganan penyakit kanker,” ujar Mulialie saat ground breaking, Kamis (15/8).

Pembangunan fasilitas produksi radiofarmaka ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan, yaitu program transformasi kesehatan, serta sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

“Pendirian fasilitas produksi ini bagian dari kontribusi Kalbe untuk mengakselerasi pertumbuhan ekosistem radiofarmaka dan kedokteran nuklir di Indonesia. Peran para stakeholder lain sangat diperlukan, khususnya dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, BAPETEN & BPOM,” ungkapnya.

Fasilitas produksi radiofarmaka ini akan beroperasi pada 2025.

Fasilitas produksi radiofarmaka yang memproduksi Fluorodeoxyglucose (FGD) ini sangat diperlukan untuk menunjang layanan pemeriksaan Positron Emission Tomography and Computed Tomography Scanning (PET/CT-Scan) di rumah sakit.

Ia berharap produksi radiofarmaka Kalbe dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah sakit dalam pemeriksaan PET/CT-Scan sekaligus membantu memperluas akses ke lebih banyak pasien kanker untuk menjalani terapi kanker secara komprehensif sehingga pasien tidak harus ke luar negeri.

Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, Pembangunan industri radioisotope dan radiofarmaka Ini kebanggaan buat Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim.

Ground breaking ini bukan hanya seremonial semata.
Namun sebagai starting point untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif guna mengurangi pengangguran.

Sinergi positif antara Pemprov Jatim, Pemkab Sidoarjo dan pelaku usaha bisa jadi generator utama pemulihan ekonomi di Jatim.

“Kami bangga karena PT Global Onkolab Farma (GOF) membangun produksi radioisotop dan radiofarmaka. Kami ucapkan terimakan pada PT Kalbe Famra karena berkomtem bangun industry dengan Investasi Rp 128 miliar dan akan menyerap tenaga kerja 70 orang. Investai ini juga akan meningkatkan pelayana Kesehatan pada masyarakat,” ujar Dyah Wahyu.

Sementara itu, Dirjen Farmalkes Kemenkes (Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan) sekaligus Plt Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalucia, menambahkan, kanker merupakan penyakit yang berbiaya tinggi dalam BPJS.

Sementara saat ini di Indonesia baru ada tiga rumah sakit yang memiliki PET Scan dan semuanya di Jakarta.

Sebab, kehadiran pabrik baru milik Kalbe Group ini akan sangat bermanfaat.

Sehingga kebutuham FGD di rumah sakit di Surabaya, Jatim dan Indonesia bisa dicover.

“Dengan support Kalbe Farma yang membangun fasilitas radiofarmaka untuk memproduksi FGD ini akan sangat membantu pelaksaan diagnostic nanti.

Sehingga pasien tidak harus ke Jakarta atau ke Singapura dan Malaysia hanya untuk diagnostic kanker. Rumah Sakit di Surabaya sebagai rujukan Indonesia Timur bisa melakukan diagnostic secara komprehensif,” tutup Lucia Rizka. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kalbe farma #radioisotop #penyakit kanker #pabrik #radiofarmaka