Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Penjualan Eceran Juni 2024 Meningkat, Surabaya Masih Terkontraksi

Nurista Purnamasari • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 02:28 WIB
DAYA BELI MENURUN: Meski mengalami perbaikan, Surabaya menjadi salah satu kota yang mengalami kontraksi penjualan eceran pada Juni 2024.
DAYA BELI MENURUN: Meski mengalami perbaikan, Surabaya menjadi salah satu kota yang mengalami kontraksi penjualan eceran pada Juni 2024.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) kinerja penjualan eceran pada Juni 2024 meningkat baik secara tahunan maupun secara bulanan.

Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2024 yang tercatat sebesar 229,0 atau secara tahunan tumbuh 2,7 persen (year on year/yoy), meningkat dari 2,1 persen (yoy) pada Mei 2024.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, berdasarkan kelompoknya, peningkatan penjualan terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (3,5 persen, yoy) serta suku cadang dan aksesori (11,4 persen, yoy).

“Adapun kelompok barang budaya dan rekreasi menurun 2,7 persen (yoy) serta kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya menurun 1,0 persen (yoy). Meski berada pada fase kontraksi namun mencatatkan perbaikan,” jelasnya, Jumat (9/8).

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Juni 2024 meningkat dengan pertumbuhan sebesar 0,4 persen (mtm), berbalik arah setelah periode sebelumnya terkontraksi 3,5 persen (mtm).

Beberapa kelompok tercatat meningkat dan kembali berada pada fase ekspansi, terutama pada kelompok barang budaya dan rekreasi sebesar 10, persen (mtm) serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1, persen (mtm).

Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha dan periode libur sekolah, serta kenaikan permintaan dalam rangka persiapan tahun ajaran baru 2024/2025,” tutur Erwin.

Pada Juli 2024 kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat secara tahunan meski terkontraksi secara bulanan.

IPR Juli 2024 diperkirakan sebesar 212,0 atau secara tahunan tumbuh 4,3 persen, lebih tinggi dari 2,7 persen (yoy) pada Juni 2024.

Berdasarkan kelompoknya, peningkat penjualan didorong oleh Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,4 persen (yoy) dan subkelompok sandang sebesar 1,5 persen (yoy).

“Sementara penjualan kelompok suku cadang dan aksesori sebesar 7,5 persen dan bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 2,2 persen tercatat tetap tumbuh,” imbuh Erwin.

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Juli 2024 diprakirakan terkontraksi 7,4 persen (mtm) setelah sebelumnya tumbuh 0,4 persen (mtm) pada Juni 2024.

Beberapa kelompok yang tercatat masih tumbuh dan menahan penurunan kinerja penjualan eceran yang lebih dalam yaitu subkelompok sandang sebesar 3,2 persen, kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 2,0 persen, dan bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 1,1 persen.

Sementara itu, penurunan kinerja penjualan eceran diperkirakan terjadi diantaranya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, suku cadang dan aksesori, serta peralatan informasi dan komunikasi sejalan dengan normalisasi permintaan pasca-HBKN Idul Adha.

Pada triwulan II/2024 kinerja penjualan eceran diindikasikan tetap tumbuh. Indeks Penjualan Eceran Riil triwulan II/2024 diindikasikan tumbuh 0,7 persen (yoy).

Lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,6 persen (yoy).

Beberapa kelompok yang masih tumbuh yaitu kelompok suku cadang dan aksesori sebesar 9,6 persen (yoy), bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 4,3 persen (yoy), serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,2 persen (yoy).

Pada Juni 2024 penjualan eceran diindikasikan meningkat baik secara tahunan maupun bulanan pada sebagian cakupan kota yang disurvei.

Secara tahunan, beberapa kota tercatat meningkat terutama Kota Semarang (termasuk Purwokerto) (53,3 persen, yoy), Manado (10,2 persen, yoy), Denpasar (11,5 persen, yoy), dan Medan (38,4 persen, yoy).

Sementara itu, Kota Banjarmasin (-4,7 persen, yoy) dan Surabaya (- 6,2 persen, yoy) mencatatkan perbaikan, namun masih berada pada fase kontraksi.

Pada Juli 2024 penjualan eceran diprakirakan meningkat secara tahunan meski terkontraksi secara bulanan pada beberapa kota cakupan survei.

Secara tahunan, peningkatan diprakirakan terjadi di Kota Medan (41,3 persen, yoy), Makassar (6,7 persen, yoy), dan Denpasar (12,1 persen, yoy).

Sementara Kota Surabaya mencatatkan perbaikan meski masih berada pada fase kontraksi (-1,2 persen, yoy).

Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan terkontraksi pada beberapa kota, terdalam di Kota Semarang (termasuk Purwokerto) (30,6 persen, mtm), diikuti Bandung (-16,3 persen, mtm), dan Jakarta (- 10,4 persen, mtm).

Di sisi lain, Kota Medan menjadi satu-satunya kota yang diprakirakan meningkat dengan pertumbuhan sebesar 0,2 persen (mtm). (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#makanan minuman #bank indonesia #HBKN #surabaya #penjualan eceran