Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Penyaluran Pembiayaan Ekspor Surabaya Tertinggi di Jatim, Segini Nilainya

Nurista Purnamasari • Kamis, 8 Agustus 2024 | 14:05 WIB
Diantara kota-kota di Jatim, Surabaya mendominasi pembiayaan ekspor oleh LPEI.
Diantara kota-kota di Jatim, Surabaya mendominasi pembiayaan ekspor oleh LPEI.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Jawa Timur (Jatim) berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Nilai ekspor Jatim pada Juli 2024 sebesar USD 1,89 miliar meningkat 24,61 persen dibandingkan Juni 2024.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menyediakan pembiayaan secara komersial untuk menunjang pengusaha ekspor.

“Total penyaluran pembiayaan ekspor di Jatim sebesar Rp 4,2 triliun yang diberikan kepada 49 debitur di 17 kabupaten maupun kota,” ujar Kepala Kanwil III Ahmad Bambang Bintoro, Rabu (7/8).

Bambang mengatakan, pihaknya melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebagai upaya LPEI dalam memperkuat ekosistem ekspor terutama pembiayaan bagi eksportir melalui Penugasan Khusus Ekspor (PKE).

Menurutnya, kehadiran Program PKE diharapkan dapat meningkatkan produk ekspor terutama produk pengusaha kecil maupun menengah agar dapat berkembang.

Mayoritas segmentasi debitur adalah usaha kecil menegah (UKM) dan usaha kecil menengah berorientasi (UMBE) melalui Program PKE Alat Transportasi, PKE Kawasan, PKE Trade Finance dan PKE UKM. Korporasi 24 persen, sementara UKM dan UMBE 76 persen.

“Sedangkan top 5 kota dengan penyaluran tertinggi yaitu Surabaya Rp 1,6 triliun, Mojokerto Rp 842 miliar, Gresik Rp 641 miliar, Pasuruan Rp 506 miliar dan Banyuwangi Rp 238 miliar,” katanya.

Menurut persebaran komoditas debitur pembiayaan ekspor adalah usaha furnitur 0,3 persen, kayu dan hasil kayu 1,2 persen, komponen elektronik 9,6 persen, komponen otomotif 3,2 persen.

Kemudian makanan olahan 59,1 persen, perikanan 0,1 persen, perkebunan 0,3 persen, produk otomotif 4,2 persen, rempah-rempah 20,1 persen dan speciality coffee 1,8 persen.

“Program PKE mayoritas dimanfaatkan oleh debitur produsen makanan olahan dan rempah-rempah,” pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jawa timur #BPS Jatim #surabaya #pembiayaan ekspor #lpei