JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II berada di angka 5,05 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Pada triwulan II 2024, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,05 persen yoy terutama ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang relatif masih baik," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/8).
Komponen konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Komponen konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 54,53 persen, tumbuh kuat 4,93 persen.
“Hal ini mengindikasikan masih cukup kuatnya permintaan domestik dan daya beli masyarakat,” jelas Edy.
Ditinjau dari sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga masih jadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu 2,62 persen.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan II-2024 utamanya didorong oleh perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Waisak, Kenaikan Isa Al Masih, serta Idul Adha.
Sumber pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang berkontribusi sebesar 1,32 persen, konsumsi pemerintah 0,10 persen, dan net ekspor 0,25 persen.
Secara umum, seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan yang positif.
Pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,98 persen.
Komponen ini berkontribusi sebesar 1,32 persen terhadap PDB secara umum.
Ekspor dan impor juga mengalami pertumbuhan tinggi, masing-masing sebesar 8,28 persen dan 8,57 persen.
Peningkatan ekspor didorong oleh kenaikan nilai dan volume ekspor migas dan nonmigas.
“Sedangkan peningkatan impor didorong oleh kenaikan impor bahan baku dan penolong,” terangnya.
Sementara PMTB tumbuh 4,43 persen dan konsumsi pemerintah tumbuh 1,42 persen.
Sementara besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp 5.536,5 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan mencapai Rp 3.231 triliun.
Secara kuartal, pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 3,79 persen dibandingkan dengan triwulan I-2024 (q-to-q).
Sedangkan secara semesteran, ekonomi semester I-2024 tumbuh 5,08 persen dibandingkan dengan semester I-2023 (c-to-c).
Respons kebijakan turut berkontribusi dalam kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan II.
"Terutama upaya pengendalian inflasi dan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh pemerintah dan BI," imbuhnya.
Inflasi Juni tercatat pada level 2,51 persen yoy, sementara tingkat suku bunga acuan BI-Rate masih bertahan pada level 6,25 persen. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari