SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Saat ini industri rokok masih dalam kondisi terpuruk akibat kenaikan cukai terus-menerus.
Bahkan produksi rokok diperkirakan terus menurun. Sedangkan harga jualnya di pasaran terus naik.
Kenaikan tarif cukai rokok memang menjadi hambatan sekaligus tantangan bagi kinerja industri rokok nasional.
Harga rokok saat ini terus melesat naik, bahkan kenaikan bisa terjadi sebulan sekali.
Beda dengan harga bahan kebutuhan pokok yang bisa naik turun tergantung dari stok dipasaran, harga rokok yang terus naik jarang sekali bisa turun.
Ini yang membuat masyarakat memilih untuk berpindah ke rokok dengan harga lebih murah.
Biasanya mereka memilih harga rokok kisaran Rp 10 - 20 ribu per bungkusnya.
Beberapa produk baru bermunculan dipasaran dengan nama yang terkadang unik.
Seakan tak mau kehilangan pasar, perushaaan rokok besar di Indonesia mulai membuat rokok dengan harga tersangka.
Berikut harga rokok yang murah di pasaran namun masih tetap produksi perusahaan rokok besar:
1. Sampoerna
- Marlboro Filter Black Rp 20.600 per bungkus
- Philip Morris Magnum 12 Rp 18.300 per bungkus
- Marlboro Crafted Authentic Rp 8.000-Rp10.000 per bungkus
- Marlboro Advance Rp 17.000 - Rp 19.000 per bungkus
2. Djarum
- Djarum Super Next & Djarum Wave Rp 17.000 - Rp19.000 per bungkus
- Djarum 76 Madu Hitam Rp 12.000 - Rp 13.000 per bungkus
3. Wismilak
- Wismilak Golden ARJA Rp 8.000 - Rp 9.000 per bungkus
4. Minak Djinggo Rp 10.000 per bungkus
5. City Lite Rp 14.000-Rp 16.000 per bungkus
6. Kansas American Blend Rp 11.000 - Rp 12.000 per bungkus
7. Aroma Mile Rp 15.000-Rp 16.000 per bungkus
8. Esse Bana Pop Rp 21.000 per bungkus
9. Camel Mild Intense Blue Rp 20.000 per bungkus
10. Camel Mild Option Yellow Kretek Rp 15.000-Rp16.000 per bungkus
11. Hero Casual Bold Rp 13.000-Rp16.000 per bungkus. (gun/nur)