Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Realisasi Investasi PMA di Surabaya, Singapura Paling Tinggi, Negara Mana Selanjutnya?

Dimas Mahendra • Rabu, 24 Juli 2024 | 03:00 WIB
MENDOMINASI: Di triwulan I 2024, total investasi Singapura di Surabaya lebih dari Rp 235 miliar.
MENDOMINASI: Di triwulan I 2024, total investasi Singapura di Surabaya lebih dari Rp 235 miliar.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Singapura menjadi negara paling banyak menanamkan modalnya di Kota Surabaya.

Total, negara ini menanamkan modalnya lebih dari Rp 235 miliar di triwulan I tahun 2024.

Pada tahun ini, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya menargetkan ada kenaikan sebesar 5 persen untuk realisasi investasi di Surabaya. 

Berdasar data yang dihimpun Radar Surabaya, PMA pada tahun lalu berhasil merealisasikan investasi di angka Rp 2,9 triliun.

Angka ini diprediksi mengalami peningkatan sebesar 5 persen di akhir tahun nanti.

Saat ini, Singapura bertengger di peringkat pertama dari lima negara paling banyak yang melakukan penanaman modal di Surabaya.

Peringkat berikutnya secara berurutan diisi oleh Swiss, Tiongkok, India, dan Korea Selatan. 

Taufiq Ervantri, Ketua Tim Kerja Pengembangan Potensi dan Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP Surabaya mengungkapkan, Singapura menduduki peringkat pertama dengan total 65 jenis proyek investasinya yang ada di Kota Pahlawan ini.

Kendati jumlah proyek investasinya hanya 65, namun nilainya yang tertinggi dibanding yang lain. 

"Total nilai investasinya itu Rp 235,9 miliar. Jenis investasi yang terbesar itu ada pada bidang usaha reparasi mesin di Kecamatan Genteng dengan nilai Rp 168 miliar," kata Taufiq, Selasa (23/7). 

Dia menambahkan, untuk Swiss, nilai investasinya di Surabaya ada di angka Rp 141 miliar. Jenis usaha yang bergerak dari negera tersebut ada tiga jenis saja.

"Paling besar, untuk yang dari Swiss ini ada di bidang usaha jasa transportasi dengan nilai Rp 133 miliar di wilayah Kecamatan Tegalsari," tambahnya. 

Negara Tiongkok, menurut Taufiq menduduki posisi ketiga sebagai penanam modal terbesar di Surabaya.

Negara ini menurut dia memiliki 50 jenis usaha yang tersebar di sejumlah titik di Surabaya. Nilainya menurut dia mencapai angka Rp 65 miliar. 

"Untuk bentuk usahanya yang terbesar itu mereka di bidang usaha perdagangan besar berbagai macam jenis barang. Lokasinya ada di Kecamatan Tandes dengan nilai investasinya itu Rp 19 miliar," tuturnya.

Lebih jauh, untuk India dia mengaku ada sebanyak tujuh jenis usaha yang tersebar di Surabaya dengan nilai investasi di angka Rp 44 miliar.

Sedangkan untuk Korea Selatan yang menduduki posisi ke lima, dia menyebutkan nilai investasinya berada di angka Rp 31 miliar dengan total 21 jenis proyek usaha. 

"Kalau ditotal secara keseluruhan, ada 269 proyek usaha di Surabaya yang berasal dari PMA ini. Nilainya itu pada LKPM triwulan pertama kita kemarin itu untuk yang asing mencapai angka Rp 683 miliar. Kami optimis ini bisa terus meningkat hingga akhir tahun nanti dan mencapai target tahun ini," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#korea selatan #realisasi investasi #tiongkok #surabaya #singapura #swiss #investasi #india #pma