JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Pertamina Patra Niaga tengah gencar melakukan pendataan pengguna pertalite.
Hal ini dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk mencatat transaksi bahan bakar minyak (BBM) penugasan secara lebih baik dan transparan.
“Mengingat ada anggaran kompensasi yang diberikan pemerintah untuk produk pertalite,” ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari dalam keterangan resminya, Senin (22/7).
Perluasan wilayah pendataan QR Code Pertalite untuk kendaraan roda empat secara bertahap dilakukan di berbagai wilayah, meliputi Jawa, Madura, Bali (Jamali), serta NTT, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
“Perluasan wilayah ini dilakukan secara bertahap mulai di 190 kota/kabupaten wilayah Jamali dan sebagian non-Jamali,” kata Heppy.
Perluasan pendataan tahap satu tersebut dimulai pada pertengahan Juli.
Untuk provinsi lainnya, atau sebanyak 283 kota/kabupaten lainnya akan menyusul di tahap berikutnya.
“Bagi kendaraan roda empat yang belum memiliki QR Code juga tetap akan dilayani, dan akan diarahkan untuk mendaftar di website Subsidi Tepat,” kata Heppy.
Heppy menuturkan, langkah pendataan pengguna pertalite ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk mencatat transaksi BBM penugasan secara lebih baik dan transparan, mengingat ada anggaran kompensasi yang diberikan pemerintah untuk produk pertalite.
Heppy menjelaskan, ini adalah pendataan, bukan pembatasan, dan diharapkan dapat membantu pemerintah mengetahui pengguna subsidi BBM.
Melalui pendataan ini, Heppy juga berharap dapat meminimalisir indikasi kecurangan atau penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan.
Hingga awal Juli 2024, tercatat lebih dari 4,6 juta pengguna pertalite sudah mendaftar QR Code. (ant/nur)
Editor : Nurista Purnamasari