Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kinerja Industri Pengolahan Tetap Kuat di Triwulan II 2024, Ini Sektor yang Paling Ekspansif

Nurista Purnamasari • Jumat, 19 Juli 2024 | 16:07 WIB
TETAP KUAT: Kinerja industri manufaktur yang ekspansif didorong oleh beberapa sektor.
TETAP KUAT: Kinerja industri manufaktur yang ekspansif didorong oleh beberapa sektor.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) – Bank Indonesia (BI) melaporkan  kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan pada triwulan II 2024 tetap kuat dan berada pada fase ekspansi (indeks >50 persen).

Ini tecermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) BI triwulan II 2024 sebesar 51,97 persen.

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menuturkan, berdasarkan komponen pembentuk PMI-BI, mayoritas komponen berada pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi pada volume produksi.

“Diikuti volume persediaan barang jadi dan volume total pesanan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (18/7).

Erwin menuturkan, pada triwulan III-2024, kinerja LU industri pengolahan berdasarkan PMI-BI diprakirakan kembali meningkat menjadi sebesar 54, 18 persen.

“Perkiraan ini lebih tinggi dibandingkan dengan 51,97 persen pada triwulan sebelumnya,” tuturnya.

Berdasarkan komponen pembentuknya, seluruh komponen tercatat meningkat dan berada pada fase ekspansi dengan nilai indeks tertinggi terdapat pada komponen volume produksi (56, 10 persen), diikuti volume persediaan barang jadi (55,54 persen) dan volume total pesanan (55,45 persen).

Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian besar Sub-LU berada pada fase ekspansi dan menopang kinerja PMI-BI.

Berdasarkan sub-LU, kinerja PMI-BI triwulan II-2024 ditopang oleh sejumlah sub-LU yang terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (61,36 persen), diikuti industri pengolahan tembakau (59,34 persen) serta industri mesin dan perlengkapan (57,19 persen).

“Selain itu, beberapa sub-LU lain yang masih mengalami ekspansi dan meningkat yaitu industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, industri barang galian bukan logam, dan industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik,” pungkasnya. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#industri manufaktur #pmi #bank indonesia #industri kulit #alas kaki