Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini Lima Sektor yang Mendominasi Realisasi Investasi Jatim

Mus Purmadani • Kamis, 18 Juli 2024 | 02:55 WIB
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat memberikan sambutan dalam kegiatan West Sumatera Investment Forum 2024 yang diselenggarakan Pemprov Sumatra Barat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat memberikan sambutan dalam kegiatan West Sumatera Investment Forum 2024 yang diselenggarakan Pemprov Sumatra Barat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Jawa Timur (Jatim) menjadi salah satu provinsi yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Jatim merupakan lokomotif perekonomian nasional dengan menyumbang sebesar 14,4 persen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I tahun 2024.

"Diikuti dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8 persen dan PDRB Jatim terbesar kedua se-Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25 persen dari PDRB Pulau Jawa," jelas Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono di kegiatan West Sumatera Investment Forum 2024 yang diselenggarakan Pemprov Sumatra Barat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Rabu (17/7).

Capaian realisasi investasi Jatim pada triwulan I tahun 2024 pun cukup impresif yaitu mencapai Rp 36,2 triliun. Angka ini secara y-o-y meningkat 20,7 persen dibandingkan triwulan I 2023.

Capaian realisasi investasi Jatim, katanya, didominasi oleh lima sektor, yakni sektor pertambangan Rp 7,13 triliun, sektor transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 4,88 triliun, industri makanan Rp 4,64 triliun, sektor perumahan, industri dan perkantoran Rp 2,96 triliun serta industri logam dasar, barang logam bukan mesin serta peralatan Rp 2,93 triliun.

"Jawa Timur juga memiliki Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk ditawarkan kepada investor. IPRO terdiri dari empat sektor, yakni infrastruktur, manufaktur, properti dan pariwisata," tuturnya.

Untuk meningkatkan iklim investasi di Jatim, terdapat beberapa program yang dilakukan Pemprov Jatim. Diantaranya dengan mendirikan pusat layanan perizinan satu atap, digitalisasi perizinan melalui OSS RBA, reformasi ketenagakerjaan, penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), promosi investasi di luar negeri melalui IIPC, pemberian insentif fiskal serta kemitraan antara pemerintah dan swasta serta platform east Java Investment HUB.

"Saya yakin nilai perdagangan dan potensi di kedua provinsi bisa berlangsung dan meningkat," ungkapnya.

Sementara itu terkait kegiatan West Sumatera Investment Forum 2024, menurut Adhy dapat semakin meningkatkan kerja sama antara Provinsi Jatim dengan Provinsi Sumatra Barat. Mulai dari membuka peluang investasi baru, meningkatkan volume perdagangan serta memperkuat hubungan kerja sama di bidang ekonomi dan pariwisata antarkedua provinsi.

"Kami mengharapkan kegiatan misi dagang dari Pemprov Sumbar di Jatim agar perekonomian kedua daerah bisa berkembang dan tumbuh bersama secara inklusif. Sehingga masyarakat di kedua wilayah semakin sejahtera," kata Adhy.

Adapun provinsi Jawa Timur merupakan hub internasional atau hub utama dari Indonesia Timur. Sebab, melalui pelabuhan Tanjung Perak, Jatim melayani 21 rute dari 39 rute tol laut. Sehingga hampir, 80 persen logistik di 20 provinsi di Indonesia, disuplai Jatim.

Sementara itu, berdasarkan data inflasi gabungan 11 kota IHK Jatim pada Juni 2024 masih terjaga dalam target sasaran nasional, yakni 2,5 persen + 1 persen. Inflasi gabungan kota IHK di Jatim tercatat mengalami deflasi 0,37 persen (M to M). "Dengan capaian tersebut, secara tahunan inflasi gabungan kota IHK di Jatim tercatat sebesar 2,21 persen (Y-O-Y)," tuturnya.

Sementara Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim yang sudah menerima Pemprov Sumbar menyelenggarakan misi dagang. Ia berharap, investor di Jatim bisa melakukan investasi di Sumbar.

"Sektor apa yang bisa di investasikan di Sumbar. Mulai investasi yang berpotensi di sektor perkebunan,  pertanian, perhutanan sampai pariwisata sehingga roda perekonomian di kedua wilayah berjalan baik," ungkapnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#realisasi investasi #pj gubernur jatim #pdb #PDRB #Perekonomian Jatim