Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Makanan dan Minuman Masih Jadi Penyebab Inflasi Jatim Bulan Juni

Mus Purmadani • Selasa, 2 Juli 2024 | 18:45 WIB
Kelompok makanan dan minuman masih menjadi contributor utama inflasi tahunan Jatim bulan Juni 2024.
Kelompok makanan dan minuman masih menjadi contributor utama inflasi tahunan Jatim bulan Juni 2024.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat pada Juni 2024 terjadi inflasi year on year (yoy) di Jatim sebesar 2,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,37.

Inflasi tertinggi sebesar 3,24 persen terjadi di Sumenep dengan IHK sebesar 108,48 dan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 1,72 persen dengan IHK sebesar 105,67.
Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu yang pertama kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,96 persen.

Kedua, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,69 persen. Ketiga, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,45 persen.

Keempat, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,99 persen. 

Kelompok kesehatan sebesar 2,02 persen, kelompok transportasi sebesar 1,65 persen kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,01 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,39 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,04 persen.

Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,29 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu pertama, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,42 persen.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) p Jawa Timur bulan Juni 2024 sebesar 0,37 persen.

Adapun tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Jawa Timur bulan Juni 2024 sebesar 0,81 persen.

"Peringatan Hari Raya Idul Adha telah meningkatkan harga dari komoditas hewan ternak yang digunakan untuk berkurban menjelang perayaan Idul Adha. Serta, secara umum telah menurunkan minat masyarakat untuk mengonsumsi beberapa komoditas hasil peternakan lain, seperti daging ayam ras dan telur ayam ras," jelasnya.

Zulkipli menambahkan, harga emas perhiasan naik 19,66 persen, akibat konflik global.

Penen raya beras, meredam kenaikan harga beras yang terjadi mulai september 2022.

El Nino telah menyebabkan kekeringan pada Bulan Agustus dan September 2023 di wilayah Jawa Timur.

Akibatnya, terjadi pergeseran masa tanam yang berpengaruh pada kecukupan stok beberapa komoditas pertanian di pasar.

"Seperti harga tomat yang naik awal tahun Januari - Maret, panen cabai merah dan cabai rawit pada awal tahun. Cukai rokok juga naik tahun 2024 dan penyesuaian Harga BBM 1 Januari," pungkasnya. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#makanan dan minuman #jawa timur #inflasi #alas kaki