Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Terganggu Inflasi dan Produk Impor, Trias Kejar Penjualan Tumbuh Single Digit

Moh. Afik • Sabtu, 29 Juni 2024 | 21:48 WIB
KEJAR PERTUMBUHAN: Sugeng Kurniawan (dua dari kiri) bersama Hananto (tiga dari kiri) menunjukkan produk unggulan TRST yang siap dipasarkan di dalam dan luar negeri.
KEJAR PERTUMBUHAN: Sugeng Kurniawan (dua dari kiri) bersama Hananto (tiga dari kiri) menunjukkan produk unggulan TRST yang siap dipasarkan di dalam dan luar negeri.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - PT Trias Sentosa Tbk (TRST), industri flexible packaging, tahun ini bersikap konsevatif dengan mematok pertumbuhan single digit

Hal ini karena masalah geo-politik, inflasi dan membanjirnya produk impor di pasar domestik.

Sugeng Kurniawan, Komisaris PT Trias Sentosa Tbk menjelaskan, market kemasan film baik di pasar domestik maupun global masih belum stabil.

Hal ini karena adanya geo-politik di Eropa dan juga Timur Tengah yang mengakibatkan harga komoditas seperti minyak bumi melambung.

Disisi lain, daya beli konsumen justru semakin menurun akibat naiknya suku bunga dan inflasi yang tinggi.

“Di dalam negeri juga ada predatory pricing karena banyak produk impor terutama dari China yang harganya lebih murah. Hal ini cukup mengganggu market hingga 30 persen. Tahun ini kami tetap berupaya agar tetap tumbuh single digit,” kata Sugeng, Jumat (28/6).

Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dengan memprioritaskan penjualan produk yang memiliki value added tinggi. Sehingga bisa menghasilkan profit yang tinggi.

Hal itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan awareness dan loyalitas konsumen.

Produk juga memiliki keunggulan sehingga tetap bisa bersaing di industri kemasan fleksibel di dalam negeri dan global. 

“Kami juga terus meng-upgrade mesin terbaru yang memiliki efiensi lebih tinggi. Hasilnya, tren di kuartal I 2024 sudah membaik meskipun belum sama dengan sebelum Covid-19. Kinerja Perseroan sudah menunjukan tren positif dan sudah mendekati target tahun ini,” tambahanya.

Terkait kinerja tahun 2023, Sugeng menjelaskan, tahun 2023 merupakan tahun yang penuh dinamika dan tantangan.

Hal itu karena adanya memanasnya geopolitik negara-negara di dunia, seperti konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah.

Hal ini membuat kinerja setiap sektor industri di dalam negeri berimbas.

Karena adanya peningkatan inflasi, kenaikan suku bunga dan masalah ekonomi yang dialami di berbagai negara.

Akibatnya sepanjang tahun 2023, Perseroan mengalami perlambatan dalam pertumbuhan.

Apalagi barang impor yang masuk ke Indonesia dan ke pasar global yang berasal dari negara China sangat menekan harga jual produk Perseroan.

“Selain itu, tingginya inflasi dan suku bunga di berbagai negara terutama di negara maju menyebabkan penurunan permintaan global,” ujarnya.

Di tahun 2023, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3 triliun, turun sekitar 30 persen dari tahun lalu (yoy) sebesar Rp 3,82 triliun. Laba bruto juga turun tajam dari Rp 446 miliar di 2022 menjadi Rp 122 miliar pada tahun 2023.

“Karena itu, Perseroan melakukan efisiensi diseluruh bidang. Kami juga akan terus melakukan inovasi pemgembangan produk, sehingga ke depannya mampu menghadapi tantangan,” pungkas Sugeng. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#produk impor #Industri Flexible Packaging #predatory pricing #ekspor #surabaya #Trias Sentosa