Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Meski Daya Beli Menurun, Siantar Optimistis 2024 Penualan akan Tumbuh Double Digit

Moh. Afik • Rabu, 26 Juni 2024 | 14:10 WIB
Armin (kiri) dan Suwanto menjelaskan produk unggulan yang siap dipasarkan di domestik maupun ekspor untuk mendukung target pertumbuhan double digit tahun 2024.
Armin (kiri) dan Suwanto menjelaskan produk unggulan yang siap dipasarkan di domestik maupun ekspor untuk mendukung target pertumbuhan double digit tahun 2024.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Meskipun dibayangi melemahnya daya beli masyarakat dan naiknya tarif pengiriman ke luar negeri, namun PT Siantar Top Tbk (STTP) tetap optimistis tahun 2024 tetap akan mampu meningkatkan penjualan double digit.

Suwanto, Direktur PT Siantar Top Tbk menjelaskan, sejak akhir tahun lalu pasar domestik mengalami tekanan melamahnya daya beli masyarakat.
Hal ini imbas melambatnya pertumbuhan ekonomi.

“Tapi kami tetap optimis tahun 2024 tetap ada pertumbuhan double digit. Karena itu kami akan memperkuat jalur distribusi sehingga produk Perseroan bisa menjangkau semua pelosok Indonesia terutama di wilayah Indonesia Timur,” kata Suwanto saat public expose di Surabaya, Selasa (25/6).

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga terus akan melakukan pengembangan produk baru terutama untuk produk dengan harga Rp 5.000 ke atas.

Hal ini untuk menyesuaikan naiknya harga bahan baku akibat geo-politik yang belum selesai seperti perang Israel-Hamas dan Rusia-Ukraina.

“Sekitar 30 persen bahan baku masih impor. Kita stok bahan baku jumlah besar sehingga Ketika ada gejolak dampaknya tidak terlalu besar,” tambah Armin, Direktur Utama STTP.

Dia mengaku, pasar dosmetik masih dominan sekitar 80 persen lebih. Sisanya untuk pasar ekspor.

Selain ke negara-negara dikawasan Asia, juga ke Timur Tengah dan Kanada. Pihaknya akan melebarkan market ke Amerika.

“Saat tantanganya cost vessel-nya naik luar biasa akibat perang yang tidak kunjung selesai. Kalau sebelumnya hanya USD 2.000 - USD 3.000 sekarang jadi USD 8.000. Para mitra di luar negeri juga kami minta menyetok jumlah besar untuk mengantisipasi situasi,” ujarnya.

Sementara itu, hingga kuartal pertama tahun ini (Q1/2024), perusahaan makanan ringan asal Surabaya ini membukukan penjualan sebesar Rp 1,21 triliun.
Jumlah itu menurun 2,88 persen dibanding tahun lalu periode yang sama yakni Rp 1,25 triliun.

Namun begitu, justru laba Perseroan di Q1/2024 mengalami pertumbuhan signifikan 110 persen.

Kalau Q1 tahun lalu, emiten dengan kode STTP ini mencatat laba bersih Rp 204,92 miliar.

Namun pada Q1/2024 melonjak menjadi Rp 504,98 miliar.

“Kami akan terus berupaya mencapai target pertumbuhan penjualan tahun ini double digit. Tahun 2023 penjualan kami mencapai Rp 4,77 triliun dengan laba bersih Rp 917 miliar. Sekitar 83,7 persen dari market domestik dan 16,24 persen dari pasar ekspor,” pungkas Armin. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pasar ekspor #pasar domestik #siantar top #surabaya #perusahaan makanan