Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Targetkan Duduki Posisi Tiga Besar Dunia dalam Bidang Ekonomi Kreatif, Ini Upaya Kemenparekraf

Mus Purmadani • Senin, 24 Juni 2024 | 16:55 WIB
DIBAWA MENDUNIA: Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono (kanan) Bersama Menparekraf Sandaiaga Uno dalam East Java Fashion Harmony 2024, yang digelar di Pantai Midodaren, Tulungagung.
DIBAWA MENDUNIA: Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono (kanan) Bersama Menparekraf Sandaiaga Uno dalam East Java Fashion Harmony 2024, yang digelar di Pantai Midodaren, Tulungagung.

TULUNGAGUNG (Radar Surabaya Bisnis) – Pemerintah terus mendorong sektor-sektor perekomonomian di berbagai kawasan di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Timur (Jatim).

Sektor ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi dua diantara bagian penting yang mampu mendorong perekonomian suatu daerah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengapresiasi atas terselenggaranya East Java Fashion Harmony (EJFH) 2024.

Menurutnya, ini menjadi event yang ditunggu-tunggu dalam kurun waktu tiga tahun menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN).

"EJFH telah mendapat apresiasi nasional. Maka Kemenparekraf akan meningkatkannya jadi internasional untuk ke depannya. Apalagi, event ini menjadi kontributor utama ekonomi kreatif kita sebesar 62 persen," katanya saat membuka EJFH 2024 di Pantai Midodaren, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (22/6) sore.

Sandiaga menambahkan, melalui EJFH, Jatim turut mengantarkan Indonesia kepada posisi tiga besar dunia dalam bidang ekonomi kreatif.

Ia percaya ke depannya Jawa Timur akan dapat mendongkrak angka ini melalui industri fashion dan membuka lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif terseburt.

"Nilai tambah ekonomi kreatif kita, salah satunya dari Jatim ini, menempatkan ekonomi kreatif kita pada tiga besar dunia setelah Amerika dan Korea dengan terbukanya 25 juta lapangan kerja. Marilah terus berinovasi dan berkolaborasi dengan gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi," tegasnya.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Batik Omah Budaya yang diluncurkan pak Pj Gubernur dan yang akan datang nanti yaitu Baju Daerah Tulungagung," imbuhnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono berharap event berskala nasional bisa mendunia, karena secara konsisten telah diselenggarakan enam tahun berturut-turut sejak tahun 2019.

Bahkan selama empat tahun ini masuk ke dalam KEN yang merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"EJFH berturut-turut sudah masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kemenparekraf. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap event serta ini akan semakin dikenal dan bahkan masuk menjadi salah satu event  internasional," ujarnya.

Terkait tema EJFH 2024 yang mengangkat tentang tenun, Adhy menjelaskan bahwa terinspirasi dari tenun Jatim yang berkembang pada masa kolonial di wilayah Kediri, serta temuan motif Tuluh Watu menjadi bukti kejayaan Airlangga dalam mengekspansi keberadaan kain tenun dari masa ke masa.

"Dalam identitas Jawa Timur sebagai Bumi Majapahit, kita memiliki sejarah tentang tenun sebagai warisan budaya yang lahir sejak era Mataram, Kahuripan, dan Majapahit. EJFH ini harapannya dapat mengantarkan event-event nusantara agar makin naik berkelas," kata Adhy menjelaskan.

Selain upaya pelestarian warisan budaya, Adhy menyebut bahwa EJFH dianggap sebagai gelaran yang dapat meningkatkan perekonomian Jatim melalui industri seni, fashion, dan tekstil.

Menurutnya, ini merupakan bentuk pemberdayaan bagi para pengrajin, pekerja seni, pelaku industri fashion serta budaya yang ada di Jatim.

Bukan hanya mengantar mereka ke pasar lokal, EJFH akan membuka peluang ke pasar internasional.

"Penyelenggaraan event ini melibatkan pelaku seni di antaranya perajin, desainer, peraga busana, serta pelaku ekonomi kreatif. Untuk itu, event ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi tren busana yang dapat menguntungkan masyarakat dan dimanfaatkan," katanya.

Adhy menambahkan, ke depannya EJFH juga diharapkan dapat menjadi ikon pariwisata budaya tahunan Jawa Timur.

Mengingat event ini sudah masuk ke dalam program Kemenparekraf RI.

"Selain terciptanya sektor industri kreatif yang maju untuk membuka peluang pasar wastra, baik di skala regional, nasional bahkan internasional. Dengan perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ini mampu menjadi daya tarik sektor pariwisata berbasis kebudayaan di Jatim," jelasnya.

Dalam EJFH 2024 ini, Pemprov Jatim meluncurkan satu motif batik khas Jawa Timur yaitu Batik Omah Budoyo Jawa Timur saat peragaan busana.

Batik ini memiliki filosofi lingkungan dan sifat kehidupan masyarakat Jatim, yang diwakili Omah atau rumah tradisional Jatim dan Budoyo yang merupakan simbol karakter masyarakatnya.

"Motif batik ini merupakan kesatuan dari ragam motif yang bernuansa budaya khas Jawa Timur dan alhamdulillah  sudah bisa  diproduksi secara masal. Secara garis besar motif-motif tersebut juga  memuat unsur cagar budaya berupa bangunan dan flora yang mempunyai filosofi," katanya.

Lebih lanjut,  Adhy menyampaikan, filosofi kental dari Batik ini merupakan hasil kurasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur dan para ahli batik di Jatim.

"Semoga karya wastra ini dapat mengangkat perekonomian Jatim. Karena EJFH dan lahirnya motif Batik baru ini merupakan salah satu prestasi Jawa Timur," harapnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pariwisata #pj gubernur jatim #tulungagung #sandiaga uno #fashion #Kemenparekraf #pantai midodaren #ekonomi kreatif