Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Berkat Sinergi Pusat dan Daerah, BI Perkirakan Inflasi Terjaga Sesuai Sasaran

Nurista Purnamasari • Jumat, 21 Juni 2024 | 17:35 WIB
Dengan berbagai upaya yang dilakukan BI, pemerintah pusat dan daerah inflasi diperkirakan terjaga.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan BI, pemerintah pusat dan daerah inflasi diperkirakan terjaga.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) – Bank Indonesia (BI) menilai inflasi Indonesia menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen. 

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2024 tercatat 2,84 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi pada April 2024 sebesar 3,00 persen (yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,93 persen (yoy) dan 1,52 persen (yoy).

Sementara itu, inflasi volatile food (VF) menurun dari 9,63 persen (yoy) menjadi sebesar 8,14 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya produksi komoditas pangan dipengaruhi masih berlangsungnya musim panen.

Hal ini juga berkat sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya, Kamis (20/6).

Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya.

Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar, dan dapat merespons permintaan domestik.

Imported inflation yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi,” ujarnya.

Perry mengatakan, inflasi VF diprakirakan menurun didukung oleh sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.

Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan dengan pemerintah pusat-daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global, didukung oleh bauran kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah. 

Konsumsi swasta tumbuh baik seiring dengan terjaganya daya beli dan kuatnya keyakinan konsumen.

Investasi meningkat, baik investasi bangunan maupun nonbangunan, sejalan dengan berlanjutnya proyek infrastruktur Pemerintah dan membaiknya investasi swasta.

Menurut Perry, permintaan domestik triwulan II 2024 yang meningkat antara lain tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur.

“Selain itu, ekspor barang meningkat didorong kenaikan ekspor pertambangan dan manufaktur ke negara mitra dagang utama, seperti Tiongkok dan India,” tuturnya. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Volatile Food #inflasi #bank indonesia #IHK